Kecil-Kecil Cabai Rawit! Mahasiswa KKN UNDIP Bagikan “Bingkisan” untuk Budidaya Microgreen

Pembagian media tanam dan benih/dokpri

Kelurahan Kajeksan, Kudus (4/8) – Kelurahan Kajeksan merupakan salah satu Kelurahan yang berada di tengah kota sehingga tidak mempunyai lahan untuk pertanian. Dikala pandemi seperti ini banyak pasar dipaksa tutup untuk menggurangi penyebaran virus Covid-19 sehingga banyak ibu-ibu rumah tangga yang kesulitan mendapatkan pasokan sayur untuk dimasak. Salah satu solusi adalah dengan menanam sendiri sayuran dirumah. Mahasiswa KKN TIM II Undip ajak ibu-ibu rumah tangga  di Kelurahan Kajeksan RT 01 RW 01 untuk tanam microgreen dipekarangan rumah.

Sesuai namanya, microgreen adalah sayuran mini dengan tinggi hanya sekitar 2,5 hingga 7,5 cm. Banyak orang mengira microgreen adalah tunas atau kecambah, padahal keduanya berbeda. Kecambah tidak memiliki daun dan siklus tumbuhnya 2-7 hari. Sementara microgreen siap dipanen dalam 7-21 hari setelah bertunas atau setelah daun pertama muncul. Biarpun berukuran sangat kecil tapi memiliki semua nutrisi, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan tubuh kita. Minimnya pengetahuan masyarakat akan microgreen sebagai sayuran modern, memicu mahasiswa Undip untuk memberikan edukasi dan cara budidaya microgreen. Tanpa membutuhkan lahan yang luas microgreen dapat tumbuh subur di pekarangan rumah.

“Banyak pasar tutup mbak karena adanya PPKM, saya mau beli sayur tapi gatau harus dimana karena di kota seperti ini tidak ada yang jual sayur selain dipasar. Semoga dengan adanya microgreen ini tidak lagi kesusahan untuk mencari sayur” tutur Ibu Rumah Tangga RT 01.

Manfaat dan Budidaya Microgreen/dokpri

Paket microgreen yang dibagikan berupa media tanam dan benih agar dapat dipraktekan secara langsung oleh ibu-ibu RT 01 sehingga mereka dapat menikmati hasil microgreen dari pekarangan rumah mereka sendiri.

Paket Menanam Microgreen/dokpri

Melalui pembagian paket menanam ini mahasiswa Undip berharap ibu-ibu rumah tangga RT 01 dapat mengoptimalisasikan pekarangan rumah dengan microgreen. Sehingga memiliki cadangan sayuran dikala pasar tutup karena PPKM. 

Penulis : Septina Maula Husna, Agroekoteknologi, Fakultas Peternakan dan Pertanian (23020218130050) DPL : Mahendra Pudji Utama, S.S., M.Hum.