Penjualan Produk Unggulan Bermasalah, Mahasiswa Undip Mensosialisasikan Booklet Marketing Mix

Jabungan (5/8) Salah satu lokasi KKN Tim 2 Universitas Diponegoro adalah Kelurahan Jabungan. Kelurahan ini terletak di Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Berdasarkan informasi data kependudukan Kelurahan Jabungan tahun 2021 memiliki jumlah penduduk 4.094 jiwa. Memiliki alam yang masih sangat asri menjadikan Kelurahan ini sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman. Salah satu komoditas potensial Kelurahan ini adalah empon-empon.

Empon-empon adalah sekumpulan akar tanaman yang menjadi rempah dan berperan penting dalam perawatan kesehatan. Termasuk dalam empon-empon meliputi jahe, kunyit, lengkuas, temulawak, dan beberapa lainnya. Tanaman ini memiliki berbagai macam khasiat untuk membuat tubuh menjadi semakin sehat, terlebih dalam masa pandemic saat ini kesehatan adalah hal yang sangat penting. Dalam pengolahan, empon-empon atau akar tanaman ini sering dipadu dengan bahan-bahan dari tanaman lain yang menghasilkan ramuan kesehatan. Pengolahan dan hasil inilah yang dikenal sebagai jamu atau jejamuan dan mencoba untuk mengembangkan potensinya menjadi produk unggulan Kelurahan.

Produk potensial yang sangat berharga ini nyatanya belum mampu untuk dapat dimanfaatkan dengan baik sebagai upaya meningkatkan perekonomian warga. Menurut keterangan dari Bu Dewi selaku ketua UMKM Kelurahan Jabungan, masalah utama UMKM Kelurahan terkait dengan produk empon-empon ini adalah mengenai pemasaran yang kurang efektif dan packaging yang belum baik. Sampai saat ini warga Kelurahan biasa menjual produk empon-empon yang masih belum diolah, sehingga harga dan keutunga yang didapatpun tidak terlalu maksimal.

Empon-empon kering

Dengan melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tim 2 Universitas Diponegoro berinisiatif membuat booklet dan melakukan sosialisasi megenai konsep marketing mix sebagai program yang berupaya untuk dapat membantu UMKM warga Kelurahan Jabungan mengolah empon-empon agar mampu memberikan efek signifikan bagi ekonomi warga setempat.

Dalam booklet ini, dijalaskan bahwa konsep marketing mix (bauran pemasaran) merupakan alat yang di gunakan dalam menjalankan strategi yang telah di pilih. dalam pembauran pemasaran ini nantinya akan ditentukan bagaimana unsur-unsur produk, harga, lokasi/tempat dan promosi yang disatukan menjadi satu kesatuan sehingga sesuai dengan konsumen yang akan di tuju.

Booklet Marketing Mix

Lebih lanjut mengenai program ini menjelaskan realisasi pengeloloaan unsur dari bauran pemasaran yaitu product, price, place, promotion. Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, dipergunakan, atau dikonsumsi dan yang dapat memuaskan kebutuhan atau keiniginan. Produk yang didefinisikan dalam konsep ini adalah empon-empon yang telah diolah dari empon-empon kering menjadi bubuk empon-empon. Peningkatan sistem pengolahan produk pasca panen adalah kunci agar produk empon-empon dapat menjadi potensial produk yang baik.

Harga merupakan sejumlah nilai (dalam mata uang) yang harus di bayar oleh konsumen untuk membeli atau dinikmati barang atau jasa yang ditawarkan. penentuan strategi harga sangat penting untuk di perhatikan mengingat harga produk merupakan salah satu penyebab laku atau tidaknya produk atau jasa yang ditawarkan. Pada mulanya harga dari empon-empon mentah yang dijual warga Kelurahan adalah sekitar Rp. 3000,- untuk setiap kilo gramnya. Harga ini cenderung sangat murah. Dengan adanya pengolahan pasca panen harga pokok penjualan akan meningkat, dan tentunya margin profit yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan baik.

Lokasi dalam konteks marketing mix produk empon-empon ini lebih ditekankan pada perencanaan lokasi untuk peletakan inventory produk jadi dari empon-empon yang yang telah diolah. Hal ini mengacu pada kemudahan dalam melakukan pengemasan dan distribusi yang akan mudah jika produk jadi telah terintegrasi pada satu tempat

Promosi yang dilakukan untuk menginformasikan produk potensial Kelurahan ini adalah dengan menggunakan metode online viral marketing. Hal ini dipilih berdasarkan trend yang terjadi belakangan ini bahwa metode ini cukup banyka menarik perhatian dari berbagai macam kalangan. Tentunya ini merupakan hal yang sangat diharapkan guna mengenalkan produk unggulan empon-empon agar menemukan pangsa pasar yang lebih bervariasi.

Dengan adanya program sosialisasi booklet marketing mix masyarakat desa Jabungan dapat menerapkan konsep marketing mix agar mampu menciptakan peluang UMKM yang lebih berkembang dan membantu meningkatkan perekonomian warga desa Jabungan.

Sosialisasi Booklet Marketing Mix

Penulis: Mochamad Sochib Maulana

DPL: Dr. Eng. Agus Setyawan, S.Si., M.Si.

Lokasi KKN: Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang