Menuai Berkah dari Limbah : Jangan di Buang Tapi di olah, Mahasiswa KKN UNDIP Ajak dan Beri Pemanfaatan Bagi Para Peternak Sapi Membuat Kompos Organik Dari Kotoran Sapi

Semarang (07/08/2021), Pupuk kompos atau pupuk padat oranik memang tidak sepopuler pupuk kimia yang beredar di pasaran. Permasalahan yang sering terjadi adalah minimnya informasi dan edukasi tentang cara membuat pupuk organik padat dari kotoran sapi. Permasalahan lingkungan yang berada di Kampung Tematik Kelurahan Geawang yakni kotoran sapi biasanya hanya dibuang begitu saja ke TPA bahkan saluran air dan kurang adanya pemanfaatan lebih lanjut. Kotoran ternak dari hewan yang dihasilkan dari sapi mampunyai potensi yang besar untuk diolah menjadi pupuk organik.

Kompos organik yang berasal dari kotoran sapi harus mengalami proses pelapukan. Kompos akan berguna untuk meningkatkan kesuburan tanah karena dapat memperbaiki tekstur dan struktur pada tanah. Pupuk organik mempunyai kualitas yang tidak kalah dalam hal pemberian nutrisi pada tanah dan tumbuhan. Hanya saja reaksi yang ditimbulkan pupuk organic memang lebih lambat dari pupuk kimia.

Sosialisasi dan edukasi terkait pemanfaatan mengolah
kotoran sapi menjadi pupuk kompos

Berangkat dari hal tersebut, mahasiswa KKN Tim II UNDIP, Elmira Rizky Ramadanti (HI’18) memberikan solusi yang dapat digunakan untuk mengurangi pencemaran dan juga memanfaatkan kotoran ternak untuk dapat diolah dengan menghasilkan kegunaan.            

Dalam pelaksanaannya mahasiswa KKN (Elmira Rizky R) menssialisasikan langkah-langkah pembuatan pupuk kompos hasil dari kotoran ternak sapi melalui media poster yang di unggah pada media sosial Instagram dan juga melalui WhatsApp Chat kepada peternak Kampung Tematik Kel.Gedawang.

Poster Online Cara Pengelolaan Kotoran Sapi menjadi Kompos Organik.
Sosialisasi secara online melalui Media Instagram dan WhatsApp chat kepada peternak

Dikarenakan adanya perpanjangan Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sampai dengan 9 Agustus 2021, maka pelatihan tersebut dilaksanakan secara online. Pelaksanaan program ini yaitu dengan membagikan Video Slideshow dan poster secara online dengan mengunggah di media sosial Instagram. Respon dan antusias dari para followers di Instagram cukup tinggi, hal tersebut diketahui dengan likes yang cukup banyak dan beberapa comment. Dengan dilakukannya soslialisasi secara online karena salah satu dari peternak ada yang terpapar covid-19, sehingga tidak bisa terjun secara langsung ke lokasi.

Dengan adanya edukasi dari mahasiswa KKN mengenai kompos organic dari kotoran sapi diharapkan peternak kampong tematik Kel. Gedawang dapat mengetahui informasi mengenai pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi kompos organik untuk mengurangi pencemaran serta lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.

Penulis : Elmira Rizky Ramadanti (FISIP, Hubungan Internasional 2018, Universitas Diponegoro)

Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Khairul Anam, S.Si., M.Si