Larangan Posyandu di Tambakrejo Picu Pergerakan 10 Langkah Cegah Gizi Kurang dan Stunting pada Anak oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip

Tambakrejo(3/8) Kebijakan pembatasan kegiatan sosial masyarakat dalam rangka pencegahan penularan COVID19 berakibat pada terhentinya sementara keberlangsungan kegiatan posyandu balita yang biasanya rutin dilakukan bulanan dengan menghadirkan seluruh ibu dan balita ke tempat posyandu. Akibatnya, pertumbuhan dan perkembangan balita meliputi penilaian status gizi anak tidak termonitor secara maksimal. Permasalahan gizi merupakan masalah kesehatan yang sedang menjadi perhatian internasional karena antara faktor penyebab dengan komplikasinya saling berkaitan.

Didapatkan kondisi rendahnya pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang, pemberian pola makan yang dilakukan oleh orang tua dari kecil belum tentu dapat memenuhi kebutuhan gizi pada anak, dan adanya perasaan khawatir ibu terhadap asupan nutrisi pada anak apakah sudah terpenuhi atau belum menjadi faktor eksternal munculnya permasalahan gizi kurang dan stunting. Gizi kurang dan stunting akan meningkatkan risiko infeksi dan beberapa komplikasi lain yang membuat angka harapan hidup alami penurunan. Jika merujuk pada poin SGDs tentang kesehatan yang baik dan kesejahteraan, maka angka kejadian gizi kurang dan stunting harus dikurangi. Keresahan yang mulai muncul membuat orang tua memilih jalan lain yang secara tidak langsung akan memberi dampak terhadap proses penyerapan gizi yang terhambat.

Berangkat dari permasalah tersebut Nuke Rizqi Rahmawati sebagai mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2020/2021 mengajak warga di RW 04 dan 09, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang secara bersama-sama mencegah timbulnya kejadian gizi kurang hingga stunting pada anak dengan 10 Langkah. Program ini berlangsung pada tanggal 3 dan 5 Agustus 2021 dengan realisasi kegiatannya berupa pemberian edukasi kepada warga secara langsung dari satu rumah ke rumah yang lain.

Description: E:\KKN\1628479232413.jpg
Description: E:\KKN\1628479232494.jpg
Leaflet terkait Gizi Kurang dan Syunting pada Anak

Keberlangsungan edukasi di awali dengan pemberian leaflet stigma sosial masyarakat, penyampaian  informasi penyebab, perbedaan gizi kurang dengan stunting, ciri-ciri anak dengan stunting dan 10 langkah nyata pencegahan gizi kurang dan stunting pada anak, dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan warga untuk monitoring dan evaluasi kegiatan. Selain itu, kegiatan dilanjutkan di hari berikutnya dengan dilakukan kegiatan cek kesehatan meliputi tekanan darah, gula darah, dan edukasi gizi anak beserta keluraga, serta penempelan flyer di beberapa titik yang stategis untuk memperluas jangkauan informasi ke warga.

Masyarakat Kelurahan Tambakrejo menerima mahasiswa dengan antusias, menerima beberapa masukan dan saran, serta warga aktif bertanya. Warga yang berperan serta secara langsung dalam proses penyuluhan kurang lebih berjumlah 28 orang, jumlah yang cukup melebihi target untuk dapat menyalurkan kembali informasi yang telah diperoleh ke warga Kelurahan Tambakrejo yang lainnya. Kegiatan penyuluhan berlangsung secara bersamaan dengan program bantuan sosial pemberian sejumlah paket sembako, handsanitazer, dan masker ke masyarakat.

Description: E:\KKN\minggu 5\IMG-20210803-WA0017.jpg
Edukasi 10 Langkah Cegah Gizi Kurang dan Stunting pada Anak
Description: E:\KKN\minggu 5\IMG-20210803-WA0044.jpg
Pemberian bingkisan paket sembako, hansanitaizer, dan masker
Description: C:\Users\user\AppData\Local\Microsoft\Windows\Temporary Internet Files\Content.Word\IMG-20210806-WA0018.jpg
Cek Kesehatan untuk menunjang edukasi gizi pada anak dan keluarga

Kegiatan berlangsung lancar dengan cukupnya jumlah warga yang berpartisipasi diharapkan warga lebih peduli untuk melakukan skrining awal terkait tumbuh kembang anak sehingga dapat mengetahui kondisi seperti apa yang sedang dijalani oleh anaknya. Pola pikir terkait gizi anak dan keluarga dapat berubah menuju ke arah yang lebih baik sehingga mampu mengimplementasikan dalam bentuk perilaku yang lebih bermanfaat. Selain itu, tingkat kreativitas ibu sebagai orang tua dalam mengolah suatu bahan makanan menjadi meningkat guna mendukung pencegahan gizi kurang dan stunting pada anak dengan pemberian makanan tambahan.

Penulis : Nuke Rizqi Rahmawati ( Kedokteran Umum/Fakultas Kedokteran)

DPL : Ir. Djoko Suwandono, M.SP