Hoaks Menyebar, Mahasiswa KKN Undip Ajari Warga Perangi Hoaks dengan Bot Whatsapp

Pembagian paket brosur dan masker kepada warga RT 06 RW 08, Dusun Turunsih.

Kendal (11/08) – Mahasiswa KKN Undip telah melakukan edukasi untuk memerangi hoaks Covid-19 secara bertahap kepada masyarakat RT 06 RW 08, Dusun Turunsih. Hal ini dilatar belakangi oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan munculnya banyak perubahan di masyarakat. Kondisi saat ini membatasi terjadinya interaksi langsung yang membuat masyarakat mulai berbondong-bondong memanfaatkan teknologi untuk tetap berkomunikasi dan memperoleh informasi baru. Namun, masyarakat yang memanfaatkan teknologi dengan pengetahuan minim menerima semua informasi dari berbagai sumber tanpa tahu mana informasi yang benar. Whatsapp, selain sebagai aplikasi yang digunakan untuk mengirim pesan. Aplikasi ini juga cukup rentan dalam penyebaran hoaks melalui pesan berantai.

            Berdasarkan wawancara dengan Bapak Mashudi, Ketua RT 06 RW 08, Dusun Turunsih, sebagian besar warga RT 06 banyak usia tua (lebih daru 40 tahun) dan banyak yang telah memiliki Whatsapp. Melalui media Whatsapp dan kabar dari mulut ke mulut, beberapa hoaks yang telah diterima oleh masyarakat RT 06 meliputi air kelapa muda yang tidak boleh dikonsumsi setelah vaksin, bawang putih untuk mencegah Covid-19, vaksin dapat mengakibatkan sakit hingga vaksin kematian, dll. Masyarakat sangat mudah menelan informasi yang mereka dapatkan tanpa mencari tahu kebenarannya lebih lanjut. Mencari tahu kebenarannya dirasa cukup rumit karena harus mencari dari beberapa sumber dan cukup menghabiskan waktu. Oleh karena itu, masyarakat perlu diberi edukasi mengenai cara untuk mengecek hoaks dengan cara yang mudah.

Edukasi online pengguanaan bot melalui grup Whatsapp RT 06 RW 08, Dusun Turunsih

Kegiatan edukasi dimulai dengan berinteraksi melalui grup Whatsapp, mengumpulkan hoaks apa saja yang mereka terima. Selanjutnya, mahasiswa memberikan tanggapan dengan mengirirmkan artikel yang benar dan dari sumber yang kredibel. Kegiatan edukasi selanjutnya dilaksanakan pada Sabtu (17/07/2021) pukul 19.20 WIB dengan mengenalkan dan memberi tutorial mengenai bot Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia). Mafindo sendiri merupakan komunitas yang bergerak untuk mencegah penyebaran hoax. Mafindo telah menjadi institusi legal sejak 2016 dan tersertifikasi oleh lFCN/Poynter. Mafindo juga menghadirkan bot Whatsapp guna memudahkan pengguna yang ingin mengetahui kebenaran informasi yang diterima dalam waktu singkat. Selain tutorial dalam bentuk chat, edukasi dilakukandengan mengirimkan video tutorial singkat. Dengan harapan edukasi dapat dipahami oleh masyarakat.

Kegiatan edukasi lanjutan dilakukan secara luring melalui pembagian paket yang berisi brosur cara menggunakan bot, masker kain dan masker medis. Dalam pembagian paket ini, dilakukan juga edukasi singkat kepada warga untuk mengingatkan kembali mengenai materi yang telah diberikan. Materi tidak hanya seputar cara penggunaan bot, tetapi juga edukasi cara yang benar menjaga kesehatan tubuh selama pandemi, seperti anjuran menggunakan double masker, segera vaksin, mencuci tangan selama dua puluh detik, tidak menyentuh wajah saat tangan masih kotor, dll. Ketika pembagian paket ini, warga juga terlihat cukup antusias.

Pengisian formulir evaluasi oleh warga RT 06 RW 08, Dusun Turunsih.

Akhir dari kegiatan ini adalah monitoring dan evaluasi terhadap perilaku masyarakat setelah edukasi. Dalam masa monitoring, sudah ada beberapa warga yang mau mengenakan masker ketika mereka berkunjung ke tetangga dan membeli barang di warung. Untuk evaluasi, dilakukan menggunakan formulir yang diisi oleh lima orang warga RT 06. Hasil dari formulir menunjukkan empat dari lima warga jawabannya cukup sesuai dengan materi dan satu warga menjawab kurang tepat. Hal ini, bukan masalah besar mengingat rentang waktu edukasi yang singkat. Perlu waktu cukup panjang supaya masyarakat dapat memahami dan menerapkan materi edukasi secara keseluruhan.

Penulis : Nafa Reza Aulia Pradillah

Dosen Pembimbing: Ir. Bambang Sulistiyanto, M. Agr., Sc., Ph.D., I.P.U

kknundip2021_a

Mohon untuk tidak mengganti nama akun karena merupakan akun bersama. Sekian dan terima kasih.