Perekonomian Semakin Lesu, Mahasiswa KKN Kenalkan Kemitraan kepada Pelaku Usaha UMKM

Jomblang, Semarang (01/08) Ditengah Kondisi pandemi seperti ini, menjadi suatu rintangan tersendiri bagi para pelaku usaha, khususnya pelaku usaha UMKM di masyarakat menengah kebawah, karena dengan adanya pandemi ini daya beli masyarakat semakin rendah serta ditmabah lagi dengan adanya kebijakan PPKM yang membuat daya gerak serta daya beli masyarakat semakin menurun.

Kemitraan menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, terutama ditengah pandemi seperti ini. Dengan melakukan kemitraan dan dengan perizinan yang baik, Pelaku Usaha UMKM dapat meningkatkan mutu dan juga distribusi yang baik kepada pelanggan.

Digitalisasi, Kemitraan, dan Perizinan merupakan salah satu fokus utama yang harus dimiliki oleh para pelaku usaha. Melalui pengabdian masyarakat ini, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro, M. Raihan Pramudya (20) memberikan kontribusi nyata berupa edukasi mengenai pentingnya perizinan dan kemitraan bagi UMKM.

Pelaksanaan kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 1 Agustus 2021. Pada program ini pelaku UMKM mendapatkan edukasi melalui media online dikarenakan tingginya angka Covid-19 di Jomblang, sehingga tidak disarankan untuk berkeliling dan memberikan edukasi secara offline kepada para pelaku usaha UMKM. Sosialisasi dilaksanakan dengan metode booklet yang berisi mengenai:
1. Penjelasan mengenai Perizinan UMKM dan apa itu IUMK
2. Keuntungan Kemitraan
3. Bagaimana Tata Cara melakukan Kemitraan
4. Apa saja yang harus dilakukan Pelaku Usaha ditengah Pandemi

Dengan adanya program ini, diharapkan para pelaku UMKM yang usahanya terdampak oleh Covid-19 dapat semakin memajukan mutu pelayanannya serta meningkatkan roda perekonomian ditengah masyarakat melalui edukasi tentang perizinan dan kemitraan ini.

Penulis: M. Raihan Pramudya
Dosen Pembimbing Lapangan: Romadhon, S.Pi., M.Biotech