Mahasiswa Undip sosialisasikan bahaya COVID pakai sejarah. Bagaimana ceritanya?

Penulis: Ahmad Faisal Widyananda | 13030118140083 | Prodi Ilmu Sejarah | Fakultas Ilmu Budaya | Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Agus Suherman, S.Pi., M.Si.

Cover artikel “Jejak Pandemi Awal Abad-20”
(Sumber: dokumentasi pribadi)

Kartika Jaya, Kendal (13/08/2021). Wabah penyakit COVID-19 yang telah berstatus pandemi, semenjak kemunculannya pada tahun 2020 lalu telah menyebar hampir ke seluruh negara di penjuru dunia, masih bertahan hingga saat ini. Nyaris semua negara, termasuk Indonesia, memiliki kasus positif COVID atau setidaknya terdampak oleh pandemi. Sejak penyebarannya pada bulan Maret dan April tahun 2020 lalu, perlahan lahan satu persatu sektor kehidupan di masyarakat merasakan efek dari wabah COVID.

Kasus dan penyebaran COVID di Indonesia sendiri saat ini masih memprihatinkan. Indonesia terus mencatat kasus positif dan angka angka kematian korban pasien tidak terkecuali nakes dan dokter turut bertambah setiap bulannya. Kondisi wabah ini diperparah oleh keadaan informasi yang simpang siur dan kecurigaan serta ketidakpercayaan sebagian masyarakat terhadap pihak medis dan penyakit COVID sendiri, yang mana sangat disayangkan.

Masih banyak masyarakat yang memilih untuk bertahan tidak percaya atau menolak percaya bahwa fenomena wabah COVID saat ini nyata dan mengabaikan protokol kesehatan (prokes) COVID. Sungguh miris dikarenakan saat di satu sisi tenaga medis dan dokter sedang berjuang untuk mengatasi wabah COVID di Indonesia, dan banyak orang yang sudah tertular dan menderita sakit COVID hingga meregang nyawa, di sisi lain banyak juga yang memilih untuk tetap tidak percaya.

Di kabupaten Kendal, terutama di desa Kartika Jaya yang termasuk dalam daerah kecamatan Patebon, juga sudah tercatat korban jiwa dari pandemi COVID. Diketahui pada bulan Juli lalu seorang guru madrasah menjadi satu korban jiwa oleh COVID. Almarhum dimakamkan dengan prokes oleh nakes nakes setempat.

Mahasiswa Undip angkatan 2018 yang mengikuti kegiatan KKN periode tahun 2021 yang tergabung dalam Tim II yang berlokasi di desa Kartika Jaya, melihat kondisi bahwa masih banyaknya belum pemahaman dan kesadaran oleh masyarakt terhadap bahaya COVID, berinisiatif untuk menyusun suatu tulisan artikel yang dapat menjadi alat efektif untuk “membuka mata” masyarakat desa.

Dalam sejarah, pandemi pertama di dunia adalah wabah penyakit Flu Spanyol yang menyebar pada tahun 1918, tahun terakhir Perang Dunia I. Pada waktu itu penyebarannya diperparah oleh mobilitas transportasi laut antar benua dan interaksi pasukan-pasukan selama perang di Eropa. Flu Spanyol bisa menyebar dengan ganas karena pada saat itu fokus masyarakat terutama di Amerika Serikat dan Eropa sedang tercurah pada perkembangan situasi perang, pemberitaan mengenai wabah ini tenggelam oleh berita berita mengenai situasi politik dan perkembangan perang di medan laga. Pada dua tahun kedepan, wabah Flu Spanyol telah menyebar keluar dari Eropa ke benua lain, seperti Afrika, dan Asia.

Indonesia sendiri yang pada saat itu masih bernama Hindia Belanda dibawah kekuasaan kerajaan Belanda, juga menderita oleh wabah Flu Spanyol ini.

Apabila orang mau mempelajari sejarah Pandemi Flu Spanyol dan membandingkannya dengan kondisi Pandemi COVID sekarang ini, maka ia akan menemukan gejala gejala (baik sosial, atau ekonomi, ataupun kesehatan) dan pola pola yang mirip.

Maka sesungguhnya peristiwa serupa sudah pernah terjadi di Indonesia pada abad lalu, dan dengan Pandemi COVID ini kejadian dengan pattern yang sama sedang terulang.

Dengan pemahaman tersebut mahasiswa Undip Ahmad Faisal menyusun dan membagi bagikan file pdf artikel Sejarah Pandemi Flu Spanyol kepada nakes nakes desa Kartika Jaya, dan bekerja sama untuk menyebarluaskan ke masyarakat desa Kartika Jaya melalui platform group group Whatsapp di tingkat RT dan RW serta grup grup kelompok masyarakat lainnya.

“Terima kasih mas, saya jadi lebih tau, ternyata pandemi ini sejak dulu sudah ada. Nggih nanti akan saya sebarkan”. Ucap ibu Puji Muslikah, nakes penanggungjawab RW 3 di Kartika Jaya.

kknundip2021_a

Mohon untuk tidak mengganti nama akun karena merupakan akun bersama. Sekian dan terima kasih.