Mahasiswa Undip nyebur rawa untuk ikut lestarikan mangrove

Penulis: Ahmad Faisal Widyananda | 13030118140083 | Prodi Ilmu Sejarah | Fakultas Ilmu Budaya | Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Agus Suherman, S.Pi., M.Si.

Dokumentasi kegiatan penanaman bibit tancang dalam rangka upaya pendampingan pelestarian mangrove
(Sumber: Dokumentasi pribadi)

Kartika Jaya, Kendal (13/08/2021). Desa Kartika Jaya di kecamatan Patebon, kabupaten Kendal, provinsi Jawa Tengah, adalah salah satu daerah yang dianggap populer dan menarik di Kendal. Desa di ujung utara daerah pesisir ini berbatasan langsung dengan pesisir menuju Laut Jawa dan memiliki dua destinasi wisata yang populer di masyarakat Kendal, yakni Tanjung Elok dan Pulau Tiban.

Popularitas dan keunikan Kartika Jaya tidak terlepas dari keberadaan tanaman tanaman mangrove di daerah pesisirnya. mangrove dari berbagai jenis, mulai dari bakau, api-api, tancang, dan lainnya tumbuh sejak dulu di berbagai lokasi di Kartika Jaya. keberadaan tanaman rawa ini adalah vital, ia menopang stabilitas lingkungan alami, menjaga kehidupan flora dan fauna lainnya di daerah pesisir, dan mencegah atau mengurangi abrasi dari laut.

Area pesisir di Kartika Jaya saat ini nahasnya sedang mengalami abrasi yang terbilang ganas. selama 3 tahun terakhir kontur dan garis pantai diketahui telah mengalami perubahan yang signifikan dan mengejutkan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dari banyak pihak yang bersangkutan, terutama penduduk desa Kartika Jaya.

Seorang tokoh desa, Warsito, seorang pegiat lingkungan setempat, telah berkali kali berupaya melakukan penanaman mangrove di berbagai lokasi di Kartika Jaya. Harapannya, agar proses abrasi bisa diperlambat dan akhirnya teratasi.

“Iya mas, udah sering dilakukan penanaman, tapi karena ini abrasinya udah termasuknya cukup parah, kalo cuma nanam nanam biasa gitu belom cukup, harus ada upaya lebih yang ekstra.” Ujar Warsito saat dikunjungi oleh mahasiswa Undip dalam survei kegiatan KKN.

Namun sayangnya proses mengatasi abrasi di Kartika Jaya masih jauh dari belum selesai, oleh dikarenakan kurangnya tenaga dan proses pelaksanaan yang terorganisir, serta kekurangan modal dan bibit mangrove untuk ditanam.

Untuk itulah mahasiswa KKN Undip, Ahmad Faisal berinisiatif untuk melakukan usaha pendampingan upaya pelestarian mangrove di Kartika Jaya.

Dokumentasi foto bersama selepas kegiatan penanaman mangrove tancang
(Sumber: Dokumentasi pribadi)

Upaya tersebut diwujudkan pada kerja sama penanaman bibit mangrove jenis tancang sejumlah 120 buah di satu titik lokasi strategis di RW 2, desa Kartika Jaya.

Bekerja sama dengan rekan rekan mahasiswa KKN dan remaja remaja desa setempat, Ahmad Faisal pada sore hari tanggal 25 Juli 2021 ikut terjun langsung untuk ikut menanam bibit bibit tancang.

Dengan langkah penanaman bibit mangrove tancang ini, diharapkan akan turut membantu usaha pelestarian mangrove sebagai upaya pembangunan lingkungan pesisir yang sehat di desa Kartika Jaya.

kknundip2021_a

Mohon untuk tidak mengganti nama akun karena merupakan akun bersama. Sekian dan terima kasih.