GEMPARKAN WARGA DESA LORAM WETAN, KKN NDIP UBAH NASI BASI MENJADI PUPUK CAIR

Kudus (11/8/2021), program pemberdayaan masyarakat dalam rangka melestarikan lingkungan serta meningkatkan ekonomi warga desa Loram Wetan RT06/RW05, kecamatan Jati, kabupaten Kudus. Pelatihan pembuatan MoL (Mikroorganisme Lokal) berbasis nasi basi oleh mahasiswa KKN Tim II UNDIP dari program studi Biologi dilaksanakan pada hari Minggu, 18 Juli 2021. Program ini ditujukan kepada masyarakat desa Loram Wetan, khususnya ibu-ibu rumah tangga. Tujuan dari program kerja ini yaitu untuk melestarikan lingkungan serta meningkatkan kreativitas warga dalam mengolah limbah menjadi peluang usaha peluang usaha.

Latar belakang dalam pemilihan program kerja tersebut yaitu pemahaman masyarakat dalam mengolah limbah nasi basi masih belum optimal. Sejauh ini, pemanfaatan nasi basi hanya untuk pakan ayam atau dibuang ke tempat sampah. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, seperti kualitas air yang menurun dan bau tak sedap. Berdasarkan hal tersebut, Mahasiswa KKN TIM II Undip 2021 mengadakan pelatihan pembuatan mikroorganisme lokal berbasis nasi basi. Program kerja ini dilaksanakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dikarenakan adanya kebijakan PPKM oleh pemerintah. Meskipun demikian, program kerja ini tetap berlangsung dengan baik dan lancar. Pelaksanaan program diawali dengan pembuatan grup WhatsApp yang diikuti oleh warga RT 06/RW 05 desa Loram Wetan. Selanjutnya, diadakan sosialisasi online melalui google meeting dan dilanjutkan dengan pengenalan program. Untuk memudahkan warga dalam memahami langkah-langkah kerja pembuatan Mikroorganisme Lokal dari nasi basi ini, mahasiswa KKN TIM II membuat video tutorial dan membagikannya di grup WhatsApp.

Gambar 1. Alat dan baahn pembuatan MoL

Respon positif dari pelaksanaan program didapatkan dari warga desa Loram wetan RT 06/RW 05. Hal ini ditandai dengan peran aktif warga dalam mengikuti sosialisasi hingga mempraktikannya secara mandiri.

“Terima kasih mbak-mbak KKN, programnya sangat bermanfaat. Nasi basi yang biasanya terbuang sekarang bisa dimanfaatkan menjadi pupuk tanaman,” ujar Zulfah (warga desa Loram Wetan).

Harapan kedepannya, program ini tetap dapat dipraktikan secara mandiri oleh warga desa setempat sehingga penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat dihindari. Lebih lanjut, semoga program yang telah dijalankan memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan serta dapat menjadi ide untuk membuka peluang usaha.

Penulis: Noora Lailatul Husna

Editor: Nikie Astorina YD, SKM, M. Kes

#undip #KKNTimllPeriode2021 #p2kknundip #lppmundip