MAHASISWA KAMPUS MENGAJAR BANTU GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGERJAKAN ADMINISTRASI SEKOLAH

Pandemic covid-19 telah membuat lumpuh berbagai aspek kehidupan di Indonesia, salah satunya di sector pendidikan. Pembelajaran dimasa pandemi dianggap tidak efektif terutama pada satuan pendidikan sekolah dasar. Masalah utamanya terbatas pada akses sarana dan prasana seperti internet dan gadget. Mendengar permasalahan tersebut Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim meluncurkan program Kampus Mengajar, yaitu bagian dari kegiatan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka yang mana memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menempuh pembelajaran di luar kampus. Pada program ini mahasiswa diterjunkan ke Sekolah Dasar pada daerah 3T untuk membantu pembelajaran di sekolah tersebut selama 3 bulan.

Pada periode tahun 2020/2021, Kampus Mengajar meluncurkan angakatan pertamanya dengan 15.000 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia baik negeri maupun swasta. Salah satunya yaitu Gita Devita Anggraeni mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi, Universitas Diponegoro  yang diterjunkan di SD Islam Mambaul Maarif Belik, Kabupaten Pemalang. SD Islam Mambaul Maarif Belik menjadi sekolah yang ditargetkan oleh pemerintah untuk mengembangkan tujuan dari adanya Kampus Mengajar yaitu membantu proses pembelajaran literasi dan numerasi, adaptasi teknologi serta membantu administrasi sekolah.

Selama pelaksanaan kegiatan Kampus Mengajar kami membantu bapak dan ibu guru dalam mengurus administrasi sekolah, yaitu seperti membantu bendahara BOS dalam menyusun laporan BOS, membantu mengoreksi dan menginput nilai hasil ujian siswa kelas 1-5 sebagai hasil evaluasi selama 1 semester. Hal ini disambut antusias oleh bapak ibu guru, karena menurut mereka kegiatan seperti ini sangat membantu berjalannya kegiatan pembelajaran

kknundip2021_a

Mohon untuk tidak mengganti nama akun karena merupakan akun bersama. Sekian dan terima kasih.