Kurangnya Penerapan Protokol Kesehatan, Mahasiswa KKN-T KHDTK Wana Dipa Batch I Universitas Diponegoro Membuat Alat Handsanitizer Injak dan Homemade Handsanitizer “SILOEVERA” (Sirih, Minyak Atsiri Sereh Wangi, dan Aloe Vera)

SUSUKAN, UNGARAN TIMUR – Mahasiswa KKN Tematik KHDTK Wana Dipa Universitas Diponegoro Membuat Alat Hand Sanitizer Sistem Injak dan Homemade Hand Sanitizer “SILOEVERA” (Sirih, Minyak Atsiri Sereh Wangi, dan Aloe Vera) untuk diletakkan di Masjid Al-Mujahidin Dusun Kaligawe, Desa Susukan, Kec. Ungaran Timur (26/09/2021)

SUSUKAN, UNGARAN TIMUR –

Mahasiswa UNDIP dengan tim beranggotakan Saka Aji dan Nadya Safira Salsabila melaksanakan pembuatan alat hand sanitizer injak dan homemade hand sanitizer dengan tujuan untuk mengantisipasi penyebaran virus COVID-19 serta sebagai upaya meningkatkan protokol kesehatan di Dusun Kaligawe, Kelurahan Susukan, Ungaran Timur.

Protokol kesehatan merupakan salah satu kebijakan pemerintah sebagai upaya untuk mengurangi penyebaran COVID-19 dengan menjaga jarak, menggunakan masker, menjauhi kerumunan, dan membersihkan tangan. Kebijakan tersebut semestinya dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat. Pemenuhan kebijakan bukan merupakan hal yang mudah karena merupakan kebiasaan baru bagi masyarakat.

Penarapan protokol kesehatan di RW 05, Dusun Kaligawe, Kelurahan Susukan masih tergolong masih rendah, khususnya mengenai perilaku CTPS. Tampak belum disediakan alat cuci tangan atau hand sanitizer di tempat berkumpul warga, terutama di Masjid Al-Mujahidin sebagai sarana beribadah dan tempat berkumpul warga RW 05. Melihat permasalahan ini, mahasiswa berinisiatif untuk membuat alat hand sanitizer dengan sistem injak dan homemade hand sanitizer.

Rancangan Alat Hand Sanitizer Sistem Injak

Sistem kerja alat cuci tangan ini adalah dengan cara diinjak, tanpa perlu menyentuh hand sanitizer. Tangan sebagai media perantara penyebaran COVID-19 tidak menyentuh permukaan pump hand sanitizer. Sehingga kontak berulang antara tangan masing-masing orang dengan permukaan pump dapat dihindari. Dengan demikian, dapat mengurangi transmisi kuman, bakteri patogen, maupun virus SARS-CoV-2 ke manusia.

Alat hand sanitizer sistem injak ini juga dilengkapi dengan homemade hand sanitizer yang berbahan dasar utama sirih dan aloe vera (lidah buaya), ditambah dengan minyak atsiri sereh wangi dan etanol 96 %. Pembuatan hand sanitizer mengacu pada penelitian dan disertai dengan uji akseptabilitas dan alergi.

Desain Label SILOEVERA

Berikut ini adalah kandungan di dalam hand sanitizer “SILOEVERA” :
Ekstrak lidah buaya : bermanfaat untuk menghidrasi kulit sehingga kulit menjadi lebih halus dan memelihara sel kulit yang rusak.
Minyak atsiri sereh wangi :Sebagai aromaterapi.
Ekstrak daun sirih : sebagai antiseptic, antibakteri, dan antijamur.
Ethanol 96% : sebagai pelarut dan antiseptic.

Alat cuci tangan diletakkan di Masjid Al – Mujahidin berdasarkan hasil diskusi dengan pak Saidun selaku warga sekaligus takmir masjid untuk menentukan tempat yang stategis untuk menaruh alat cuci tangan. Penyerahan alat hand sanitizer sistem injak dan hand sanitizer “SILOEVERA” pada Sabtu, 25 September 2021. Penyerahan bertepatan dengan acara Pengajian Salepanan di Masjid Al-Mujahidin.

“Kami sangat berterimakasih sekali kepada para mahasiswa yang sudah berinisiatif untuk membuat hand sanitizer buatan sendiri dan merancang alat hand sanitizer sistem injak. Tentu saja pemberian ini akan sangat bermanfaat,” ujar Pak Saidun, Takmir Masjid Al-Mujahidin.

Warga RW 05 menyambut dengan baik kehadiran alat dan hand sanitizer di masjid. Alat cuci tangan dan handsanitizenya dibuat dengan bahan material yang relative murah dan mudah dijangkau. Mahasiswa juga telah membagikan leaflet berisi panduan tata cara pembuatan homemade handsanitizer. Harapannya baik alat maupun hand sanitizer dapat dibuat ulang oleh warga secara mandiri sebagi bentuk pemenuhan fasilitas protokol kesehatan di wilayah desa Susukan.

Diharapkan, dengan adanya alat cuci tangan dan homemade hand sanitizer ini masyarakat dapat menambah wawasan dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan menjaga kesehatan diri dengan baik, salah satunya dengan mencuci tangan. Selain itu, desain alat dan handsanitizer yang dibuat dapat menjadi contoh kedepannya agar masyarakat dapat membuat lagi secara mandiri.

Penulis :
Saka Aji / Teknik Mesin
Nadya Safira Salsabila / Kesehatan Masyarakat

Dosen Pembimbing :
Dr. Yulita Nurchayati, S.Si., M.Si.