Edukasi Pembuatan Kompos Bokashi dari Kotoran Hewan dan Limbah Tanaman

Pelaksanaan KKN Tematik KHDTK Wana Dipa Batch I 2021 Universitas Diponegoro

Whats-App-Image-2021-10-24-at-12-38-15-PM

Semarang (11/10/2021) – Masyarakat Dusun Kaligawe mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan peternak. Namun limbah yang dihasilkan dari pertanian dan peternakan biasanya langsung dibuang karena kurangnya pengetahuan akan pengelolaan limbah tersebut. Pembuangan limbah hasil pertanian dan peternakan ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Apabila diolah dengan baik, limbah-limbah tersebut dapat menghasilkan suatu produk yang memiliki manfaat dan value tinggi sehingga bisa menjadi passive income bagi para peternak di Dusun Kaligawe. Hal ini tentunya dapat menjadi kegiatan positif untuk dioptimalkan serta dilakukan selama masa pandemi COVID-19 berlangsung. Untuk meningkatkan nilai dari limbah hasil pertanian dan peternakan tersebut maka diakukan sosialisasi pembuatan pupuk kompos bokashi kepada perwakilan anggota Karang Taruna yang ada di Dusun Kaligawe. Pembuatan pupuk kompos tidak rumit dan bahan yang dibutuhkan juga mudah didapatkan oleh warga.

Pupuk bokashi adalah pupuk organik yang dihasilkan dari fermentasi bahan-bahan organik semisal kompos dan pupuk kandang dengan memanfaatkan bantuan mikroorganisme pengurai seperti mikroba atau jamur fermentasi. Hasilnya ialah berupa pupuk padat dalam kondisi sudah terurai sehingga mengandung lebih banyak unsur hara baik makro maupun mikro yang siap untuk segera diserap akar tanaman. Pembuatan Pupuk Kompos Bokashi dapat dijadikan alternatif dalam mengoptimalkan pertumbuhan serta menyuburkan kondisi tanah. Selain itu, dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia dan dapat mengelola limbah menjadi sesuatu yang bernilai. Pupuk kompos dapat mudah dibuat secara mandiri di rumah dengan bermodalkan bahan sisa rumah tangga seperti sisa-sisa sayur, buah ataupun sebagainya, daun-daun kering dan juga bioaktivator. Hal tersebut menjadi salah satu Langkah yang baik untuk merawat lingkungan dengan memberikan unsur hara pada tanah dan menyeimbangkan tingkat kemasaman tanah, menjaga agar mengurangi pencemaran tanah dan membantu kebersihan lingkungan. Bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan kompos ini antara lain daun-daunan sisa memasak, sampah organik, abu sekam padi, serabut kelapa, kotoran kambing, jerami padi, akar kacang tanah, gula pasir, EM4, dan air. Perbedaan antara pupuk kompos biasa dengan pupuk bokashi adalah proses fermentasinya. Pupuk kompos, pada umumnya, terfermentasi secara alami oleh mikroorganisme maupun makroorganisme. Tujuan penggunaan pupuk kompos adalah untuk mengubah struktur, sifat, maupun zat kimia tanah. Oleh karenanya, tanaman dapat tumbuh subur. Sementara itu, pupuk bokashi merupakan pupuk kompos yang proses fermentasinya dibantu oleh effective microorganism (EM4). EM4 ini mengandung banyak mikroorganisme di dalamnya. Akibatnya, proses fermentasi pupuk bokashi lebih cepat dibandingkan pupuk kompos. Kegiatan ini bertujuan membantu masyarakat Dusun Kaligawe dalam memanfaatkan dan mengelola limbah peternakan maupun pertanian untuk dijadikan sebuah produk yang memiliki nilai jual.

Edukasi pembuatan pupuk kompos bokashi dilakukan melalui sosialisasi kepada anggota karang taruna Dusun Kaligawe dengan target dari program ini yaitu para peternak muda. Dari kegiatan sosialisasi yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa pembuatan pupuk Bokashi masih jarang dilakukan karena masyarakat desa masih awam terhadap pupuk bokashi. Oleh karena itu perlu pemberian pemahaman kepada masyarakat desa sehingga dapat melakukan pembuatan pupuk kompos dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Dukungan serta partisipasi masyarakat desa sangat dibutuhkan agar program ini dapat terlaksana dengan baik sehingga potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal. Harapannya masyarakat terutama para peternak muda dapat memanfaatkan limbah organik untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga berdampak langsung pada kesejahteraan dan perekonomian masyarakat. Kegiatan sosialisasi mampu memberikan cara pembuatan pupuk kompos bokashi yang bisa membantu masyarakat dalam membuat pupuk kompos dengan waktu yang singkat serta biaya pengelolaannya . Dengan demikian masyarakat dapat mengelola limbah dengan baik yang bertujuan dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan pula.

Penulis : Delima Sari Sitanggang dan Rezia Lesti Margianti

DPL : Dr. Jafron Wasiq Hidayat M.Sc.