SOSIALISASI IDENTIFIKASI BORAKS DALAM MAKANAN DENGAN KUNYIT

REPORTASE MINGGU II KKN TIM II UNDIP 2017

Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung

SOSIALISASI IDENTIFIKASI BORAKS DALAM MAKANAN DENGAN KUNYIT

Jum’at, 28 Juli 2017. Ibu-ibu PKK Desa Ketitang mengadakan pertemuan rutin bulanan mereka yang bertempat di Aula Balai Desa Ketitang, dalam pertemuan tersebut kami KKN Tim II UNDIP turut hadir untuk mengisi salah satu sesi acara tersebut.

Dalam pertemuan tersebut kami mengisinya dengan mensosialisasikan bagaimana cara untuk mengidentifikasi makanan yang mengandung boraks dengan menggunakan bahan kunyit dan tusuk gigi. Saat masa orientasi KKN berlangsung, kami banyak mendapati bahwa masyarakat Desa Ketitang ini masih banyak yang menggunakan boraks untuk bahan tambahan dalam membuat kerupuk gendar bahkan warung-warung kecil masih banyak yang menjual boraks dengan bebas, untuk itu kami melakukan sosialisasi identifikasi boraks ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi suatu makanan.

Masyarakat Desa Ketitang mengenal boraks ini dengan sebutan bleng atau uyah gendar dan biasa mereka gunakan untuk membuat kerupuk gendar. Padahal boraks ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi manusia, keberadaannya dalam tubuh akan dapat menimbulkan penyakit seperti gangguan pada hati, ginjal, menggaggu susunan sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, serta tekanan darah turun. Dalam sosialisasi uji boraks dengan kunyit ini kami menggunakan sampel bakso dan tahu, tusuk gigi yang telah diberi ekstrak kunyit, warna kuning kunyit akan berubah menjadi merah jika ditusukkan pada sampel yang mengandung boraks.

Ibu-ibu PKK sangat antusias dengan sosialisasi tersebut banyak dari mereka yang menanyakan bagaimana cara agar kunyitnya dapat digunakan untuk mengetahui adanya boraks, apakah diparut saja atau perlu diperas cairannya?, bahkan ada juga yang bertanya apakah ada bahan lain yang dapat digunakan untuk menggantikan boraks untuk bahan tambahan dalam membuat makanan ?

Melalui sosialisasi ini diharapkan ibu-ibu PKK dapat lebih teredukasi serta dapat lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan, dan dapat pula menyebarkan pengetahuan baru yang mereka dapat dalam kegiatan PKK hari ini kepada lingkungan sekitar sehingga penggunaan boraks (bleng) pada makanan dapat berkurang.

IMG_20170728_161954 IMG_20170728_162051 IMG_20170728_160536