PANDEMI BUKAN PENGHALANG IMUNISASI DASAR LENGKAP (IDL), MAHASISWA KKNT UNDIP X UNICEF BANTU PENDATAAN IDL MENGGUNAKAN KARTU PANTAU CEPAT

Tegal (19/11/2021) – Imunisasi merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit. Ketika suatu saat terpapar penyakit, orang tersebut tidak akan terpapar penyakit atau hanya mengalami gejala ringan. Pemberian imunisasi telah terbukti dapat mencegah dan mengurangi kejadian sakit, cacat, dan kematian akibat PD3I (Penyakit Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi) yang diperkirakan 2 hingga 3 juta kematian tiap tahunnya.

Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K) menegaskan bahwa para orang tua perlu diberikan diedukasi untuk segera melengkapi imunisasi anaknya. Meskipun di masa pandemi Covid-19 imunisasi dasar lengkap harus tetap dilaksanakan dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

Formulir Kartu Pantau Cepat (KPC)

Pemberian imunisasi harus disesuaikan dengan usia anak.

  1. Imunisasi dasar lengkap, Usia > 24 jam diberi imunisasi Hepatitis B (HB-0), Usia 1 bulan diberi BCG dan Polio 1, Usia 2 bulan diberi DPT-HB-Hib 1 dan Polio 2, Usia 3 bulan diberi DPT-HB-Hib 2 dan Polio 3, Usia 4 bulan diberi DPT-HB-Hib 3, Polio 4 dan IPV atau Polio suntik, Usia 9 bulan diberi Campak atau MR
  2. Imunisasi lanjutan, Usia 18 bulan diberi imunisasi DPT-HB-Hib dan Campak/MR, Kelas 1 SD diberi DT dan Campak/MR, Kelas 2 dan 5 SD diberi Td

Untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap pada baduta, mahasiswa KKNT UNDIP X UNICEF melakukan pendataan imunisasi dasar lengkap menggunakan formulir Kartu Pantau Cepat (KPC) Imunisasi Dasar Lengkap pada Masa Pandemi di wilayah Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

Wawancara dengan salah satu orang tua baduta

Berdasarkan hasil pendataan pada 20 baduta di wilayah Desa Mejasem Barat, cakupan imunisasi dasar lengkap pada anak terbilang baik, meskipun terdapat beberapa orang tua yang lupa melaksanakan imunisasi karena kesibukannya. Ada juga orang tua yang enggan melaksanakan imunisasi dikarenakan oleh alasan agama. Persediaan vaksin imunisasi dasar lengkap sempat habis sehingga orang tua harus menunggu stok vaksin kembali ada.

Berdsarkan Fatwa MUI nomor 4 tahun 2016 tentang Imunisasi terdapat salah satu poin yang menyatakan bahwa jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebabkan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yang mengancam jiwa maka hukum imunisasi menjadi wajib.

Berdasarkan pentingnya imunisasi, mayarakat dihimbau agar secara sadar mau membawa anaknya untuk melaksanakan imunisasi dan terbuka terhadap informasi-informasi mengenai imunisasi.

Penulis : Falya Ariestaniaji Devi – Fakultas Kesehatan Masyarakat

Dosen Pembimbing   : 1. Amni Zarkasyi Rahman, S.A.P., M.Si

                                     2. Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes

Lokasi KKN : Desa Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal