Pemilihan Umum (Pemilu) sebagai ciri khas negara demokrasi dalam memillih pemimpin negara maupun anggota parlemen, membutuhkan partisipasi rakyat agar dapat berjalan sesuai yang diharapkan. Partisipasi rakyat tersebut bisa berupa terjun langsung sebagai relawan dan tim sukses pasangan calon maupun sekedar menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara. Di Indonesia sendiri, jumlah penduduk yang tidak menggunakan hak pilihnya terbilang masih tinggi. Banyaknya jumlah penduduk yang memilih golput (golongan putih) tersebut juga didukung dengan rendahnya partisipasi pemilih pemula dalam pemungutan suara.

Berkaca pada fakta tersebut, dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang berasal dari jurusan Ilmu Pemerintahan yakni Wanda Sigit S. dan Astrida Ulfa Aninda memberikan edukasi dan simulasi pemilu pada pemilih pemula yang ada di dusun Pringtali desa Kemiri kecamatan Kaloran (29/7). Bertempat di rumah mas Aris selaku salah satu pengurus Ikatan Pemuda Pringtali (IPP), Astrida Ulfa A. memaparkan mengenai definisi dan tujuan pemilu, serta pentingnya menggunakan hak suara dalam pemilu. Setelah itu giliran Wanda Sigit yang mensimulasikan pencoblosan kertas suara dengan replica bilik dan surat suara yang terbuat dari kertas dan karton. Kalangan pemuda yang masuk dalam kategori pemilih pemula tampak antusias mengikuti jalannya edukasi dengan melontarkan beberapa pertanyaan yang dapat dijawab dengan baik.