Cegah Stunting, Program Terkait 1000 HPK Diadakan!

Banyumas (04/02) – Kegiatan KKN Tim 1 Undip tahun 2021/2022 yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Pasca Pandemi Covid-19 Berbasis SDGs” resmi dilaksanakan per tanggal 5 Januari 2022, dimana kegiatan KKN ini dilakukan di kampung halaman masing-masing peserta KKN. Program yang diadakan merupakan program untuk mendukung potensi maupun mengatasi permasalahan yang ada di daerah tersebut, khususnya yang berkaitan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. Salah satunya yaitu dalam bidang kesehatan. Dari data hasil observasi dan wawancara, masalah kesehatan yang ada di Desa Sokawera yaitu terdapat beberapa ibu hamil KEK (Kekurangan Energi Kronik), 17 balita stunting, 39 balita pendek, dan 20 balita gizi kurang. Berangkat dari masalah tersebut, mahasiswa KKN Tim 1 Undip mengadakan program “Kelas Ibu Hamil” dan “Sosialisasi Pentingnya 1000 HPK dan MPASI bagi Ibu Bayi dan Balita”.

Pemaparan Materi Terkait Kesehatan Kehamilan oleh Mahasiswa KKN Tim 1 Undip

Periode 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dimulai sejak anak dalam kandungan sampai dengan anak berusia 2 tahun, dimana pada masa ini disebut dengan “Periode Emas” karena terjadi perkembangan sel otak yang pesat untuk mendukung seluruh proses pertumbuhan anak dengan sempurna. Masa kehamilan merupakan masa yang sangat penting karena pada masa ini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan janin selama 9 bulan. Untuk mencegah terjadinya masalah kehamilan yang timbul pada ibu hamil, perlu adanya pemahaman mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kondisi kehamilan. Saat ini, jumlah ibu hamil di Desa Sokawera yaitu sebanyak 35 ibu. Beberapa diantaranya memiliki masalah kesehatan salah satunya KEK (Kekurangan Energi Kronik), dimana KEK ini merupakan salah satu faktor risiko dari kematian ibu, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), dan risiko stunting di masa yang akan datang.

Mahasiswa KKN Tim 1 Undip dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran ibu hamil tentang kondisi kehamilan menggelar program “Kelas Ibu Hamil”, dimana kelas ibu hamil ini merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil dalam bentuk tatap muka dalam kelompok ibu hamil. Peserta dari kegiatan ini adalah ibu hamil di Desa Sokawera dengan KEK (Kekurangan Energi Kronik) dan risiko tinggi KEK. Supaya lebih intens dan efektif, peserta dibatasi sebanyak 10 orang sesuai dengan pedoman “Kelas Ibu Hamil” dari Kemenkes RI. Kegiatan kelas ibu hamil terdiri dari pemaparan materi mengenai pemahaman kehamilan, perawatan kesehatan selama kehamilan dan persiapan persalinan, sehingga diharapkan hal ini dapat mencegah terjadinya masalah kehamilan serta kematian ibu dan bayi.

Pelaksanaan program “Kelas Ibu Hamil” ini didampingi oleh bidan desa. Saat pelaksanaan program, ibu hamil terlihat antusias dan memperhatikan materi yang disampaikan. Terbukti ibu hamil mengalami peningkatan pengetahuan dilihat dari skor pre-test dan post-test yang mengalami peningkatan. Terdapat juga kuis berhadiah dimana dua ibu hamil berhasil menjawab pertanyaan dengan benar. Kemudian diberikan apresiasi berupa pemberian bingkisan kepada ibu hamil yang berhasil menjawab pertanyaan.

Foto Bersama Bidan Desa dan Kelompok Ibu Hamil

“Kelas ibu hamil ini sudah lama tidak dilaksanakan di Desa Sokawera karena tidak pernah dijadwalkan lagi oleh puskesmas, sehingga dengan program yang diadakan oleh mahasiswa KKN Undip ini bisa menjadi salah satu kegiatan penyampaian informasi mengenai kehamilan bagi ibu hamil disini. Semoga lewat program ini, pengetahuan ibu hamil dapat meningkat terkait kondisi selama kehamilan dan pengetahuan yang didapatkan juga dapat diterapkan.” ungkap Ibu Lili selaku Bidan Desa Sokawera.  

Selain pelaksanaan program bagi kelompok ibu hamil, dilaksanakan juga program dengan sasaran ibu bayi dan balita mengingat masih adanya anak dengan stunting dan gizi kurang. Edukasi mengenai pentingnya 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dan praktik pembuatan MPASI dengan pangan lokal berkaitan dengan tujuan nomor 2 dan 3 pembangunan keberlanjutan (SDGs) pada tahun 2030 yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung pertanian berkelanjutan serta memastikan kehidupan yang sehat dan mendukung kesejahteraan penduduk semua usia melalui peningkatan kesadaran dan pemahaman ibu dalam mencetak generasi gemilang di masa yang akan datang.

Pemaparan Materi Terkait Pentingnya 1000 HPK dan Praktik Pemberian MPASI yang Benar

Program ini dilaksanakan di Posyandu Melati 04 Desa Sokawera secara luring berbarengan dengan kegiatan posyandu rutin bulanan. Hal ini dilakukan guna meningkatkan partisipasi dari ibu bayi maupun ibu balita. Peserta dalam kegiatan ini yaitu ibu bayi dan balita sekaligus kader posyandu setempat. Materi yang disampaikan diantaranya adalah mengenai pengertian 1000 HPK, pentingnya 1000 HPK, fase 1000 HPK, efek jangka panjang dan pendek dari pelaksanaan 1000 HPK, pengertian MPASI, jumlah dan tekstur yang benar dalam pemberian MPASI, dan pemberian MPASI 4 bintang. Selain dilakukan pemaparan terkait hal tersebut, dilakukan juga pemutaran video contoh praktik pembuatan MPASI berbasis pangan lokal dengan berbagai tekstur sesuai dengan tingkatan umur, dimana video pembuatan MPASI ini dilakukan sendiri oleh mahasiswa KKN. Dilakukan juga pemberian booklet dan poster supaya materi yang disampaikan bisa dibaca lagi ketika dibutuhkan oleh ibu bayi dan balita.

Peserta Program “Sosialisasi Pentingnya 1000 HPK dan MPASI bagi Ibu Bayi dan Balita“

“Saya jadi lebih tau informasi baru tentang pentingnya pemberian makan yang baik bagi anak, mbak. Nanti saya coba terapkan di rumah.” ujar Ibu Dinar, salah satu ibu balita yang turut hadir dalam program ini.

Harapan dari dilaksanakannya dua program tersebut adalah untuk menciptakan ibu yang sehat dan anak sehat bebas stunting. Dimana upaya tersebut dapat dimulai sejak masa kehamilan sampai anak berusia 2 tahun atau selama 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Penulis             : Karina Vega Puspita Sari

Editor              : Hendrik A.S.