Omicron Menyerang Jakarta, Simak Tips Indekos Untuk Mencegah Penyebaran Virus!

JAKARTA (27/01/2022) Berada di wilayah episentrum Covid-19 kini mulai bermutasi menjadi varian baru omicron dengan angka penyebaran kasus yang masif seperti varian sebelumnya Delta. Melonjaknya kasus positif ini seperti gelombang pasang yang perlu segera diatasi terutama dalam upaya pencegahan kasus.

Terletak di wilayah strategis, RT 11/RW 03 Kelurahan Grogol yang didominasi oleh usaha indekos dan sektor jasa pendukung mulai terombang-ambing akibat pemberlakuan peraturan terbaru yang mengharuskan penghuni kost yang berstatus mahasiswa pulang ke rumah asalnya mengingat pembelajaran daring sebagai keputusan akhir. Sudah tentu ini berujung pada sepinya kondisi indekos yang ada di Kelurahan Grogol. Realitas ini cepat direspon Pemerintah dengan program percepatan vaksinasi yang membuat pemilik indekos cukup ada ruang untuk mengembalikan kondisi ekonominya. Penyebaran varian baru omicron dipercaya lebih cepat dibanding varian Delta sehingga kampanye preventif telah banyak dibagikan ke warga khususnya pemilik dan penghuni indekos.

 Mendukung keterlaksanaan aturan tersebut, mahasiswa UNDIP berikan sosialisasi pencegahan penyebaran varian baru omicron yang menyasar 10 unit indekos. Mahasiswa UNDIP sampaikan pesan tertib protokol kesehatan disertai paparan informasi asal-usul varian omicron, gejala muncul kasus, metode penularan serta pencegahan varian omicron ini disusul pencegahan omicron dengan 6M; memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, mengurangi mobilitas, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan menghindari makan bersama. Kegiatan ini dilakukan secara berkala dengan berkunjung dari rumah ke rumah sebagai upaya meminimalisir penyebaran covid-19, serta dilaksakanan dengan mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker ganda, menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak. Hingga akhir kegiatan, mahasiswa UNDIP melanjutkan pembagian starter kit new normal kepada pemilik dan penghuni indekos.

Kegiatan ini berlangsung sangat interaktif hingga menghasilkan masukan untuk perbaikan prosedural bila warga terpapar covid-19 agar ditangani lebih cepat lagi. Lebih lanjut Putri (23) penghuni indekos berharap stakeholders setempat bisa lebih responsif dan berempati tinggi dalam penanganan covid-19 ini terlebih bagi mahasiswa rantau. (HM/27012022)