MAHASISWI UNDIP AJAK GENERASI MUDA DESA WATUGAJAH MELAKUKAN GERAKAN NASI DI TENGAH PANDEMI

Karanganyar (6/02/2022) Sumber daya manusia (SDM) yang berkompeten dan mumpumi adalah salah satu indikator penting dari suatu negara yang maju dan sangat diperlukan untuk menuju Indonesia Emas pada tahun 2045. Dimana untuk menwujudkan SDM yang berkompeten diperlukan adanya tiga aspek pendukung yang harus terpenuhi yaitu adanya literasi dasar, karakter, dan kompetensi pada sumber daya manusia yang ada di dalamnya.

Berdasarkan data hasil survei pada tahun 2019 yang dilakukan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) dalam program International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat ke-62 dari 70 negara yang dengan kata lain Indonesia berada dalam 10 negara terbawah yang memiliki tingkat literasi rendah.

Kurangnya sumber bacaan dan sarana pendukung adalah salah satu faktor penyebab rendahnya indeks literasi di Indonesia. Mahasiswi KKN Tim I Undip 2022 melalui program Gerakan NASI yaitu “Gerakan Kenali dan Sadari Literasi”, mahasiswi mengajak generasi muda Desa Watugajah untuk memahami dan mengetahui pentingnya budaya literasi sebagai salah satu indikator peningkatan kesejahteraan diri maupun negeri.

Pembagian brosur Gerakan NASI kepada perwakilan generasi muda Desa Watugajah

Gerakan NASI dilaksanakan secara langsung di serambi Masjid Al-Barokah Watugajah.  Peserta yang hadir dalam sosialisasi rata-rata berjenjang pendidikan mulai dari SMP, SMA/SMK, hingga perguruan tinggi. Selain melakukan sosialisai pentingnya budaya literasi, mahasiswi Undip juga membagikan brosur untuk memperkenalkan aplikasi ePusda Kab Karanganyar yang belum banyak diketahui oleh generasi muda Desa Watugajah.

Penyampaian materi sosialisasi Gerakan NASI

Aplikasi ePusda Kab Karanganyar dianggap berperan cukup penting dalam peningkatan budaya literasi di Indonesia terutama di wilayah Kabupaten Karanganyar. Dengan demikian generasi muda dan masyarakat pada umumnya dapat memaksimalkan penggunaan smartphone dan dekstop untuk meningkatkan budaya literasi berbasis digital terutama pada masa pandemi seperti saat ini, sehingga masyarakat akan tetap dapat memperoleh sumber-sumber bacaan dan mengoptimalkan protokol kesehatan yaitu menjauhi kerumunan.

DPL : Ir. Sulistyo, M.T., Ph.D.