GENERASI SEHAT BAHAGIA TANPA NARKOBA, MAHASISWA KKN UNDIP BERIKAN SOSIALISASI WASPADA BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI SMK CUT NYA’ DIEN

Semarang, Genuksari  –  Pada Kamis (27/1/2022), mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (Undip), melakukan sosialisasi waspada akan bahaya dari penyalahgunaan narkoba di SMK Cut Nya’ Dien. Sosialisasi diberikan dengan memberikan materi pengenalan akan narkoba, bentuk-bentuk penyalahgunaannya dan efek dari pemakaian yang salah. Hal ini dilakukan guna memberikan edukasi kepada siswa-siswi tentang pentingnya pengetahuan akan akibat penggunaan narkoba yang salah ketika kondisi saat ini yang angka penyalahgunaan narkobanya terhitung naik.

Penyalahgunaan narkoba menjadi hal yang serius untuk ditangani terlebih lagi pada masa saat ini. Peningkatan dari penggunaan yang salah ini terjadi dari tahun ke tahun. Bermacam jenis latar belakang, motif maupun pelaku dari adanya penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Usia remaja adalah usia yang rentan terhadap penggunaan narkoba yang salah. Remaja termasuk dalam rentang usia kelompok masyarakat yang paling rawan akan hal ini yaitu 15 sampai 35 tahun. Mereka adalah pelajar yang masih menempuh bangku pendidikan di berbagai tingkat tidak terkecuali Sekolah Menengah Atas (SMA)  dan sederajatnya.

Kasus penyalahgunaan narkoba dengan 50 orang meninggal setiap harinya, Badan Narkotika Nasional selalu mengingatkan akan kematian yang membuntuti akibat penyalahgunaannya. Ragam yang menjadi penyebab seseorang melakukan penyimpangan dengan penyalahgunaan tersebut. Memberikan sosialisasi dapat menjadi salah satu cara dalam mencegah penyalahgunaan narkoba.

Maka dari itu, dalam sosialisasi di SMK Cut Nya’ Dien ini, mahasiswa KKN menjelaskan akan bentuk atau kategori yang dikatakan sebagai penyalahgunaan narkoba. Selain itu juga memberikan penjelasan tentang bagaimana sikap dan tindakan jika mengetahui seseorang melakukan penyalahgunaan narkoba sehingga melakukan hal yang tepat. Pembelajaran dalam sosialisasi ini dilakukan dengan suasana tenang dan tetap menyenangkan.

Penyampaian materi secara lisan dan juga tertulis diberikan melalui beberapa cara seperti membagikan modul yang berisi waspada penyalahgunaan narkoba. Dalam modul tersebut berisikan penjelasan mendetail terkait penyalahgunaan narkoba secara deskripsi. Sosialisasi berjalan lancar dengan adanya interaksi dua arah antara pemateri dengan peserta. Perlunya semakin menggencarkan akan sosialisasi dari berbagai pihak dan disertai sinergitas dapat menjadi rambu pengingat agar tidak terjadinya penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Eunike Setia Wati Simatupang, Mahasiswa Antropologi Sosial Undip

DPL: Dr. Ir. Martini, M. Kes