Baca! Pentingnya Titik Evakuasi Bagi Warga Panti PGOT “Mardi Utomo” Semarang

Semarang (02/02/2022). Bencana alam sewaktu-waktu bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Pada musim yang berbeda, beberapa wilayah kadang bisa mengalami bencana alam yang berbeda juga. Misalnya pada musim hujan, dapat terjadi bencana alam berupa banjir dan longsor. Pada tahun ini KKN Tim 1 Undip dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Ibu Dr. Dra. Wilis Ari Setyati, M. Si, bertempat di Panti Pelayanan Sosial PGOT “Mardi Utomo” Kramas, Tembalang.

Lokasi Panti PGOT yang terdapat jurang mengakibatkan lokasi tersebut bisa sewaktu-waktu terjadi tanah longsor. Oleh karena itu, titik kumpul untuk evakuasi sangat penting. Mengingat di Panti tersebut belum ada titik evakuasi yang pasti. Titik ini sangat berguna bagi masyarakat jika terjadi bencana atau keadaan darurat lainnya

Sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

Zezen Setiawan, Mahasiswa KKN Tim 1 Undip tahun 2022 membuat Peta Titik Kumpul Evakuasi yang berguna untuk keselamatan dari bencana atau keadaan darurat lainnya. Menurut Permen PUPR No.14 Tahun 2017, jarak minimum titik kumpul dari bangunan gedung adalah 20 meter untuk melindungi pengguna bangunan gedung dan pengunjung bangunan gedung dari keruntuhan atau bahaya lainnya. Selain membuat Peta titik kumpul, dia juga mengedukasi masyarakat mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Titik kumpul yang dipetakan di Panti PGOT berjumlah 4 yaitu Lapangan Depan, Lapangan Voli, Parkiran Taman Pelangi, dan Lapangan Apel. Menurut kepala Panti PGOT Bapak Candra Yuliawan, A P. M. Si, titik-titik yang sudah terpetakan akan dibuat kan plank atau petunjuk bertuliskan “Titik Kumpul”

Peta Titik Kumpul Evakuasi

Dengan adanya sosialisasi K3 dan Titik Kumpul ini, diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memobilisasi jika terjadi bencana atau keadaan darurat lainnya seperti kebakaran.

Penulis : Zezen Setiawan
DPL : Dr. Dra. Wilis Ari Setyati, M. Si