5S!!! Budaya Yang Perlu Dibudayakan di Kehidupan Sehari – Hari

Semarang (9/2) – Tingginya kasus COVID-19 memaksa Pemerintah untuk menerapkan PPKM Darurat. Perkantoran, pusat perbelanjaan, tempat makan dan lain-lain harus kembali ditutup untuk umum. Masyarakat kembali melakukan berbagai aktivitas di rumah. Meski begitu, masih banyak UMKM yang beroperasi, tentunya dengan menerapkan peraturan pemerintah dan protokol kesehatan yang ketat.

Setelah mengamati beberapa UMKM di sekitar RW 02 Pedalangan, ditemukan bahwa area kerja terlihat tidak rapi karena area kerja yang terbatas. Kondisi tersebut membuat mahasiswa KKN TIM I Undip, Muhammad Hilmi mencoba memberikan informasi tentang budaya kerja 5S atau 5R untuk meningkatkan produktivitas kerja dan menjaga lingkungan kerja yang lebih baik.

Pemberian materi terkait prinsip kerja 5S/5R dengan melakukan penyuluhan langsung kepada pemilik UMKM. Penyuluhan dilakukan dengan menggunakan bantuan media berupa powerpoint. Penyuluhan dilakukan langsung kepada UMKM dengan membawa buku saku budaya 5S/5R untuk dibagikan dan ditempel di UMKM (setelah perijinan). Media tersebut didesain dengan menarik dan jelas agar para pemilik dan pekerja UMKM serta pelanggan yang datang mau membaca dan menyampaikan ilmu dengan baik. Harapannya dengan memberikan buku saku di tempat kerja dapat mengingatkan pemilik dan pekerja UMKM untuk terus menerapkan dan menjalankan budaya 5S/5R. Powerpoint 5S berisi materi 5S, kemudian buku saku 5S berisi materi 5S dan contoh penerapannya di tempat kerja agar pemilik dan pekerja di UMKM dapat dengan mudah menerima ilmunya. “Terima kasih atas program KKN ini, semoga ilmu ini dapat bermanfaat bagi usaha saya dan usaha di Desa Sampora,” ujar Ibu Cucu selaku pemilik UMKM makanan dan minuman tersebut. Penulis berharap dengan adanya program ini dapat meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja