Mahasiswa UNDIP Lanjutkan Rancangan Pembangunan Balai RW 036 Perumahan Kemang Pratama, Bekasi

Bekasi, Selasa (08/02/22).

Eksisting Balai RW 036

Saat ini RW 036 sebagai salah satu RW terbesar di Perumahan Kemang Pratama Bekasi, belum mempunyai Balai RW yang memadai. Hal ini disebabkan pembangunan yang belum bisa terealisasikan secara sempurna karena terhambat beberapa kendala teknis. Selain itu, desain awal balai RW yang sebelumnya telah dibuat, belum memenuhi seluruh kebutuhan yang ada untuk saat ini.

Konsep awal yang ingin diterapkan untuk pembangunan balai ini adalah berbentuk seperti  salah satu rumah tradisional Indonesia yaitu Rumah Joglo, dengan banyak ornamen dan material  kayu yang digunakan. Rumah Joglo memiliki pendopo di bagian tengahnya yang berfungsi sebagai ruang utama dari bangunan.

Dalam hal ini, peran mahasiswa adalah untuk membantu penanganan kendala dalam hal pembuatan desain baru Balai RW, yang pastinya sudah menyesuaikan kebutuhan pengguna serta fungsi saat ini. Proses dilakukan mulai dari survei lokasi pembangunan hingga pembuatan dokumen perancangan.

Sebelum memulai membuat perancangan, mahasiswa melakukan wawancara beberapa kali bersama pemangku kepentingan setempat, dan kemudian hasil wawancara tersebut dijadikan salah satu acuan dalam pembuatan desain.

Menurut Kepala RW 036, pembangunan Balai RW ini urgensinya cukup tinggi, mengingat balai digunakan sebagai tempat kegiatan utama kepengurusan RW 036, mulai dari rapat umum hingga sosialiasi kegiatan penting. Selain itu, Balai RW ini juga rencananya akan dijadikan tempat para warga sekitar untuk beraktivitas dalam kegiatan bersama, seperti senam dan berkumpul ria.

Dari bahan-bahan yang telah terkumpul seperti kondisi terkini lokasi, rencana penggunaan ruang serta konsep yang diinginkan, mahasiswa mulai melakukan perancangan dengan proses sedemikian panjang hingga menghasilkan desain yang dirasa ideal untuk menjadi solusi dari kondisi yang ada.

Gambar Hasil Desain Perancangan Balai RW

Konsep tidak berubah dari konsep awal, masih menggunakan konsep Rumah Joglo. Tetapi yang membedakan di sini adalah tampilan balai dibuat lebih modern dengan sentuhan beberapa material lain selain kayu seperti besi hollow. Ornamen-ornamen yang biasanya terdapat pada pinggiran atap juga tidak digunakan dan hanya menggunakan tampilan polos biasa. Agar tetap menunjukkan suasana tradisional, digunakan bata ekspos sebagai finishing fasad bangunan.

Beberapa ruang yang ditambahkan antara lain adalah Ruang Pendopo sebagai jantung bangunan dan tempat kegiatan utama, Ruang Rapat untuk mengakomodasi kegiatan rapat tertutup para pengurus, dan ruang pedukung seperti Ruang Administrasi dan Pantry.

Perancangan ini nantinya akan digunakan sebagai acuan pembangunan lanjutan dari Balai RW ini yang diharapkan dapat jadi direalisasikan ke depannya, dan bisa bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan pengurus RW serta warga sekitar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *