Mahasiswa KKN UNDIP Membuat Lubang Biopori Untuk Mengurangi Sampah Organik di Kelurahan Kuningan, Semarang Utara

Gambar 1. Cara Menggunakan Lubang Biopori

SEMARANG – Pada hari Kamis (20/01/2022), peserta KKN TIM I UNDIP 2021/2022 telah melaksanakan salah satu program kerja yang mendukung agenda pembangunan dunia. Program kerja tersebut yaitu pembuatan lubang biopori di Kebun RW 10 Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara. Salah satu tujuan SDGs yang ingin dicapai pada pelaksanaan program kerja ini adalah kota dan pemukiman yang berkelanjutan.

Biopori adalah lubang yang dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Lubang ini memiliki diameter antara 10-30 cm dan tidak memiliki muka air tanah dangkal. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organic yang berfungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di dalam tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan. Lubang ini dapat dipasang pada area yang terbatas.

Gambar 2. Lubang Biopori

Biopori memiliki banyak manfaat untuk kesehatan lingkungan, diantaranya yaitu menghasilkan kompos alami dari sampah organic sehingga dapat mengurangi sampah yang ada di lingkungan sekitar. Selain itu, biopori juga berfungsi mengurangi risiko terjadinya banjir dengan meminimalisir genangan air hujan.

Selain pembuatan lubang biopori, mahasiswa KKN UNDIP juga memberikan booklet tentang cara pembuatan lubang biopori kepada Kepala Kelurahan, Ketua Forum Kesehatan Kelurahan, dan masyarakat.

‘Oh ya bagus mbak, bisa mengurangi sampah’ ungkap warga setempat.

Masyarakat memberikan respon dan tanggapan yang positif terhadap adanya kegiatan ini. Kegiatan ini didukung oleh Kepala Daerah setempat sehingga keberjalanannya dapat berlangsung dengan lancar.

Penulis : Diandita Veda Artestiarni – FKM UNDIP 2018

Dosen Pembimbing : Ir. R.T.D. Wisnu Broto, M.T.

Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara

KKN TIM 1 UNDIP 2021/2022