MAHASISWA UNDIP BERIKAN PENYULUHAN HUKUM SEBAGAI UPAYA UNTUK MEMBERIKAN PEMAHAMAN TERHADAP MASYAKAT AKAN PENANGANAN KEKERASAN SEKSUAL

aaa

Semarang (04/02/2022) – Kekerasan seksual merupakan isu yang telah terjadi sejak dahulu sampai sekarang, baik secara langsung maupun melalui virtual. Mengenai pengertian dari kekerasan seksual, merujuk pada WHO, kekerasan seksual merupakan tindakan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperoleh tindakan seksual atau tindakan lain yang diarahkan pada seksualitas seseorang dengan menggunakan paksaan tanpa memandang status hubungannya dengan korban.

Kekerasan seksual memiliki beragam jenis, yakni: perkosaan, intimidasi seksual (ancaman atau percobaan perkosaan), pelecehan seksual, eksploitasi seksual, perdagangan perempuan untuk tujuan seksual, prostitusi paksa, perbudakan seksual, pemaksaan perkawinan, pemaksaan kehamilan, pemaksaan aborsi, pemaksaan kontrasepsi, penyiksaan seksual, penghukuman bernuansa seksual, tradisi bernuansa seksual yang membahayakan perempuan, dan kontrol seksual.

Komnas Perempuan per tahun 2021 mengatakan bahwa dalam kurun waktu 12 tahun terakhir, kasus kekerasan terhadap perempuan Indonesia naik hingga 800%, terlebih di masa pandemi Covid-19. Selain daripada kesalahan pelaku, tingginya kasus kekerasan seksual diiringi oleh normalisasi dan ketidakpedulian masyarakat sekitar akan isu ini. Banyak masyarakat yang sering kali menyalahkan korban, sedangkan kejahatan pelaku dianggap sesuatu hal yang lumrah.

Dapat dilihat bahwa kekerasan seksual merupakan sebuah problem dan tindakan diskriminatif terhadap gender yang masih berlangsung hingga sekarang, sehingga diperlukan adanya kepedulian dari masyarakat sebagai salah satu elemen penting untuk mencegah dan memberhentikan tindakan kekerasan seksual.

Mahasiswa KKN Undip, Rifqi Naufal Rizqullah, di Kelurahan Panggung Lor melakukan penyuluhan mengenai pentingan kesadaran diri dan pengetahuan mengenai kekerasan seksual. Penyuluhan tersebut dilakukan secara door-to-door dengan menggunakan leaflet sebanyak 25 buah yang dibagikan kepada masyarakat di Kelurahan Panggung Lor. Leaflet tersebut merupakan BUKU SAKU mengenai kekerasan seksual yang memuat mengenai istilah, bentuk-bentuk kekerasan seksual, dan aturan hukum yang berlaku untuk melindungi dan membantu korban.

Selain daripada itu, Rifqi juga menjelaskan mengenai aturan-aturan hukum dan cara masyarakat untuk menolong korban seksual serta menghilangkan stigma negatif pada korban. Dalam kesempatan yang sama, Rifqi turut menjelaskan bahwa kesehatan fisik dan mental korban harus diutamakan.

Dengan adanya kegiatan ini, Mahasiswa KKN Undip berharap bahwa masyarakat dapat memahami dan lebih peduli terhadap kasus kekerasan seksual, terutama di lingkungan terdekat.

DPL: Nikie Astorina Yunita D, S.KM, M.Kes

Lokasi: Kelurahan Panggung Lor.