Investasi Kesehatan Masa Depan! Mahasiswa KKN UNDIP Berikan Edukasi Pentingnya Penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) secara Mandiri di Rumah

Poster Mengenai Pentingnya Menanam Tanaman Obat Keluarga (Toga)

Sukoharjo (21/01/2022) – Di masa pandemi covid-19 ini, tubuh menjadi rawan tertular virus dan penyakit. Menjaga kesehatan dan imunitas tubuh sangatlah penting. Salah satu upaya menjaga kesehatan dan imunitas tubuh yaitu dengan cara rajin mengonsumsi jamu tradisional. Jamu tradisional merupakan minuman yang biasanya terbuat dari bahan yang berasal dari tanaman obat keluarga (toga). Oleh karena itu, upaya penanaman tanaman obat keluarga (toga) secara mandiri di rumah sangatlah perlu untuk dilakukan. Akan tetapi kenyataannya justru berbanding terbalik, hal tersebut disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam tanaman obat keluarga (toga). Dengan adanya permasalahan tersebut, Aisyah Indrianing Tyas sebagai salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro yang sedang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo berinisiatif membuat program kerja “Edukasi mengenai pentingnya penanaman tanaman obat keluarga (toga) dan pembagian tanaman obat keluarga (toga) kepada warga sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan sarana membuka peluang usaha” yang ditujukan kepada warga Desa Dalangan.

Tanaman obat keluarga (toga) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Penanaman tanaman obat keluarga (toga) berfungsi sebagai sarana menjaga kesehatan, sarana memperbaiki status gizi masyarakat, sarana pelestarian alam, sarana penyebaran gerakan penghijauan, sarana pemanfaatan lahan kosong, dan sarana memperindah rumah. Selain itu, penanaman tanaman obat keluarga (toga) juga dapat digunakan sebagai sarana membuka peluang usaha. Usaha tersebut bisa menjadi sumber pendapatan bagi keluarga untuk memperbaiki perekonomian keluarga di masa pandemic covid-19 ini. Setiap keluarga bisa membudidayakan tanaman obat keluarga (toga) secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga dapat mewujudkan prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga. Hal tersebut juga dapat menghemat pengeluaran, karena memanfaatkan tanaman obat keluarga (toga) yang ada di rumah sendiri tanpa harus membeli di luar.

Pelaksanaan Program Kerja Edukasi mengenai Pentingnya Penanaman Tanaman Obat Keluarga (Toga) dan Pembagian Tanaman Obat Keluarga (Toga) kepada Warga sebagai Bentuk Kepedulian terhadap Kesehatan dan Sarana Membuka Peluang Usaha secara Door to Door

Program edukasi tersebut dilaksanakan pada tanggal 21 Januari 2022 secara door to door di rumah warga Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan yang dilakukan adalah memberikan edukasi kepada warga akan pentingnya menanam tanaman obat keluarga (toga), menjelaskan macam-macam tanaman obat keluarga (toga) yang mudah ditemukan dan dibudidayakan, serta cara membudidayakan beberapa tanaman obat keluarga (toga) secara mandiri di rumah. Setelah memberikan edukasi, mahasiswa KKN Undip membagikan sampel beberapa tanaman obat keluarga (toga) dan poster mengenai pentingnya penanaman tanaman keluarga (toga) kepada warga.

Foto Bersama Setelah Pelaksanaan Program Edukasi

Dengan adanya program edukasi secara door to door tersebut, warga Desa Dalangan merasa lebih tersadarkan akan pentingnya menanam tanaman obat keluarga (toga) secara mandiri di rumah. Diharapkan warga Desa Dalangan bisa menerapkan edukasi tersebut sebagai investasi kesehatan masa depan serta upaya menghemat pengeluaran dan menambah pemasukan keluarga.

Penulis : Aisyah Indrianing Tyas (FIB/ S-1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang 2018)
DPL : Muhyidin, S.Ag., M.Ag., MH.
Lokasi : Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kabupaten Sukoharjo