Nyamuk Pergi Hanya dengan Semprotan Berbahan Dasar Serai

Foto Penyerahan Sempotan Anti-Nyamuk

Karangroto, Genuk (08/02/21) – Salah satu mahasiswa KKN Undip, Hanani Arien Rochsanti dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan melakukan program pembuatan dan pembagian semprotan anti-nyamuk berbahan dasar serai, salah satu bahan yang mudah di temukan di sekitar tempat tinggal.

Nyamuk adalah salah satu hewan yang bisa disebut hama yang sering datang menghampiri rumah-rumah. Seringkali kehadiran nyamuk membuat penghuni rumah merasa tidak nyaman karena dapat bersarang dam memicu berbagai penyakit di rumah tersebut.  Beberapa tempat berkembangbiaknya nyamuk adalah tempat sampah terbuka dan saluran-saluran air yang tersumbat. Salah satu cara untuk membasmi nyamuk adalah dengan menyemprotkan cairan anti nyamuk.

Cairan anti-nyamuk bisa ditemukan dengan mudah di toko-toko baik secara online maupun offline. Namun, cairan anti nyamuk ini bisa dibuat secara mandiri dengan memanfaatkan tanaman-tanaman yang ada di sekitar rumah, seperti serai, lavender dan kayu manis. Namun untuk kali ini, mahasiswa KKN Undip membuat semprotan anti-nyamuk dengan memanfaatkan bahan yang paling mudah untuk ditemukan, yaitu serai. Serai atau sereh (Cymbopogon citratus) merupakan salah satu tumbuhan yang biasanya dijadikan bumbu dapur untuk menambah aroma makanan. Serai bisa dengan mudah ditemukan di pasar maupun mudah pula di tanam di pekarangan rumah. Sehingga bahan ini dijadikan sebagai bahan utama dalam pembuatan semprotan anti-nyamuk kali ini.

Program ini dimulai dengan diskusi program kerja dengan pejabat kelurahan terkait. Diskusi meliputi sasaran pembagian cairan semprotan tersebut. Proses kedua adalah melakukan kajian alat dan bahan pembuatan cairan semprotan anti-nyamuk. Alat dan bahan yang dibutuhkan diantaranya adalah Serai sebagai bahan utama, lemon sebagai bahan tambahan tidak wajib,air untuk merebus bahan-bahan, panci sebagai media perebusan dan pisau untuk memotong serai dan lemon serta botol semprot sebagai tempat dari hasil akhir. Proses ketiga adalah melakukan survei harga bahan yang dibutuhkan. Diketahui bahwa harga seikat serai adalah sekitar Rp 3000,00 – Rp 5000,00, sedangkan harga lemon adalah Rp 4500,00 perbuah dan harga botol semprot adalah Rp 9000,00 perbotol. Proses keempat adalah dengan pencarian dan pembelian bahan-bahan cairan anti-nyamuk. Dalam proses ini, serai didapatkan dari teman sekelompok yang memiliki serai di pekarangan rumahnya. Proses selanjutnya adalah pembuatan cairan semprot anti-nyamuk. Langkah-langkah pembuatan cairan semprot anti-nyamuk adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan,
  2. Memotong serai dan lemon menjadi beberapa bagian,
  3. Memasukkan serai dan lemon ke dalam air di panci,
  4. Merebus serai dan lemon hingga mendidih,
  5. Setelah mendidih, hasil rebusan didinginkan hingga mendingin,
  6. Hasil rebusan disaring dan cairan dimasukkan ke dalam botol semprot.
Foto Hasil Rebusan Serai dan Lemon Setelah Disaring

Salah satu warga yang mendapatkan cairan semprot anti-nyamuk menyebutkan bahwa cairan ini sangat berguna karena selain bisa mengusir nyamuk yang ada di dalam ruangan, cairan ini juga mudah dibuat dan tidak menghabiskan dana yang banyak. Hasil dari rebusan serai dan lemon akan berbau harum dan bau ini yang akan mengusir nyamuk di ruangan. Cairan ini aman digunakan di kulit karena hanya menggunakan bahan-bahan alam tanpa bahan kimia yang berbahaya. Selain itu cairan ini bisa disemprotkan di ruangan yang sekiranya menjadi sarang nyamuk.

Program pembuatan dan pembagian cairan semprot anti-nyamuk ini dilaksanakan dengan harapan berkurangnya jumlah nyamuk dan sarang nyamuk di sekitar tempat sampah, saluran air, maupun ruangan dalam rumah. Selain itu, diharapkan pula berkurangnya jumlah masayrakat yang tekena penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Salah satu keuntungan cairan ini adalah menghemat pengeluaran masyarakat dalam pembelian cairan semprot anti nyamuk, dengan membuat sendiri cairan semprot anti-nyamuk berbahan dasar serai.

Penulis                                      : Hanani Arien Rochsanti – Oseanografi – FPIK

Dosen Pembimbing Lapangan  : Oktavianto Eko Jati, S.Pi., M.Si.

Lokasi KKN                              : Kelurahan Karangroto, Kecamatan Genuk, Kota Semarang

#KKNTimIUNDIP2022 #undip #p2kkn #lppmundip #kknundip2022 #Potensi Desa