Mahasiswa UNDIP Membantu KPKP Kecamatan dalam Pengawasan Kebun Urban di Kelurahan Kayumanis

Pengaplikasian kebun urban adalah solusi ketahanan pangan untuk masyarakat di perkotaan. Mahasiswa penyusun bersama dengan KPKP (Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian) Kecamatan Matraman menyusuri dan mengawasi pengaplikasian kebun urban tersebut di lingkungan masyarakat di kelurahan Kayumanis dan sekitarnya. Kebun urban ini kebanyakan ditanam di lahan kosong yang memiliki luas sempit. Masyarakat menanggapi positif kebijakan dari pemerintah ini karena mereka sendiri juga mengalami hasilnya, walaupun masih diliputi masalah kurangnya kesadaran maupun kurangnya sumber daya material.

Kebun Urban di Atap SD Antonius

Salah satu poin dari SDG (Sustainable Development Goals) adalah keamanan pangan. Ketahanan pangan adalah salah satu bagian dari konsep keamanan pangan dalam bentuk ketahanan kota dimana kota bisa menyikapi krisis yang berdampak pada kebutuhan pangan khususnya pada saat ini adalah pandemi COVID-19. Tidak hanya COVID-19 Jakarta juga rentan terhadap bencana lain seperti banjir dan di masa yang akan datang tentu tidak terhindar dari dampak perubahan iklim. Bencana dan krisis tersebut berpotensi menyebabkan putusnya mata rantai distribusi pangan maupun perekonomian secara nasional. Sehingga penting digencarkan untuk setiap daerah dalam tingkat sekecil mungkin hingga keluarga harus mampu mememenuhi kebutuhan pangan sendiri — memiliki ketahanan pangan. Ketahanan pangan dalam tingkat lingkungan bisa diterapkan dalam bentuk kebun urban. 

Kebun urban bisa diaplikasikan hampir di setiap ruang kosong di lingkungan masyarakat. Bisa dalam perkarangan, RPTRA, gang-gang dan lain-lain. Seharusnya juga dengan perkembangan teknologi modern saat ini, bisa ditanam di lahan sesempit apapun dan tanpa tanah seperti dalam bentuk hidroponik yang bertingkat. Kebun urban seharusnya dikerjakan dengan baik oleh masyarakat setempat dan masyarakat dapat menikmati hasilnya.

Pada hari Kamis, 20 Januari 2022, mahasiswa bersama dengan KPKP Kecamatan Matraman mengunjungi 2 lokasi kebun urban: Perkarangan SMA Muhammadiyah 12 Kayumanis dan RW 05 Kelurahan Kayumanis. 

Sesampainya di perkarangan SMA, mahasiswa melakukan observasi terhadap kebun urban dengan ukuran kira-kira: panjang 5 m dan lebar 2 m. Tanaman yang ditanam diantaranya kangkung, beligo, dan lain-lain. Setelah itu mahasiswa membantu KPKP Kecamatan Matraman memupuki kebun dengan NPK. 

Mahasiswa dengan KPKP Kecamatan Matraman di Kebun Urban SMA Muhammadiyah 12 Kayumanis

Setelah selesai di lokasi pertama, mahasiswa dan KPKP menuju lokasi kedua di lingkungan RW 05 Kelurahan Kayumanis. Kebun berukuran 5 x 5 m di pinggir sebuah jalan gang sempit. Tanaman yang ditanam diantaranya beligo, lidah buaya dan lain-lain.

Mahasiswa dengan KPKP Kecamatan Matraman di Kebun Urban RW 05 Kelurahan Kayumanis

Mahasiswa juga sempat mengunjungi kebun urban di luar kelurahan Kayumanis tetapi tetap di dalam satu kecamatan. Kebun urban tersebut bertempatkan di atas atap bangunan pendidikan SD Antonius. Mahasiswa membantu KPKP dalam pengawasan kebun urban tersebut pada hari Kamis, 27 Januari 2022. Disana mahasiswa melihat atap datar yang sepenuhnya menjadi tempat penyimpanan pot, tanah-tanah, kolam-kolam dan kebun itu sendiri yang ditanami tomat, terong, kembang kol dan lain-lain. Untuk kebun sendiri kira-kira berukuran 10 m x 3 m.

Mahasiswa dengan KPKP Kecamatan Matraman di Kebun Urban Atap SD Antonius

Dari kedua lokasi pertama memang sesungguhnya kurang layak dalam segi ukuran untuk perkebunan. Terlebih kebun adalah kebun konvensional biasa. Akibatnya hasil panennya kurang mencukupi. Untuk lokasi ketiga lokasi sudah cukup luas, tetapi masih perlu pemberdayaan dalam hal sumber daya material maupun tenaga.

Di waktu yang sama memang ada kesulitan dalam perawatan kebun. Dari awal memang sedikit minat masyarakat untuk berkebun. Alasan ini tentunya bulan karena malas, melainkan kesibukan untuk bekerja, terlebih juga rezeki yang pas-pasan. Tetapi KPKP Kecamatan Matraman terus gencar dalam pemberdayaan dan pendidikan masyarakat.

Pemerintah memang sudah mengambil inisiatif yang baik untuk mulai mengembangkan kebun urban. Sayangnya masih terdapat kesulitan dalam skala kecil seperti minat masyarakat dan kebutuhan akan sumber daya baik material dan pengetahuan. Adalah tanggung jawab untuk mahasiswa dan generasi yang akan datang untuk terus memberdayakan kebun urban di lingkungan sekitarnya. Pengaplikasian dengan teknologi yang canggih dan mutakhir adalah tanggung jawab juga untuk generasi masa depan.