Mahasiswa KKN Undip melakukkan Edukasi Pengolahan Fermentasi Hijauan Pakan Limbah Pertanian

KENDAL (01/02/2022) – Mayoritas warga RW 02, Desa Sumberahayu, Kecamatan Limbangan, memiliki pekerjaan sebagai seorang petani. Tak sedikit masyarakat yang memiliki ternak ruminansia seperti kerbau, sapi dan kambing sebagai ternak yang bersifat tabungan. Kegiatan pertanian juga memberikan dampak banyaknya limbah pertanian yang dihasilkan. Limbah pertanian dapat berupa hijauan atau jerami seperti jerami jagung dan jerami padi. Para petani biasa membuang atau memberikan limbah pertanian begitu saja pada ternak mereka, sehingga nutrien yang diperoleh ternak sedikit dan kecernaan dari bahan pakan tersebut rendah, dimana nutrien pakan yang rendah dengan kecernaan rendah pula akan berdampak pada rendahnya produktivitas ternak. Permasalahan tersebut menjadi latar belakang dilakukkanya program sosialisasi “Edukasi pengolahan fermentasi hijauan pakan limbah pertanian sebagai pakan ternak ruminansia”.

pelaksanaan program yang dilakukkan dirumah warga (door to door)

Program sosialisasi dilakukkan secara door to door atau dari rumah ke rumah para petani peternak ruminansia di Dusun Wonokerso, dengan cara memberikan contoh atau simulasi secara langsung bagaimana cara mengolah jerami padi menjadi pakan dengan nutrien yang lebih tinggi, kecernaan tinggi dan lebih tahan lama untuk disimpan dengan menggunakan proses fermentasi.

Proses fermentasi jerami mudah dilakukkan, bahan yang disiapkan adalah jerami, EM4, mmolases dan air. bahan yang diperlukan yaitu wadah untuk menimbang jerami, pencacah, gelas ukur (ml), wadah untuk mencampur dan sprayer serta wadah yang kedap udara. Jerami yang telah dicacah kemudian ditimbang, kemudian campurkan EM 4, Molases dan air dengan perbandingan 1:1:10, untuk 1 kg jerami dibutuhkan EM4 30 ml, Molases 30ml dan air 300ml. Setelah tercampur maka air dimasukkan ke dalam sprayer untuk disemprotkan pada jerami. Jerami sedikit demi sedkit dimasukkan dan disemprot dengan campuran air yang telah dibuat hingga jerami tersebut basah kemudian pastikan tumpukan sudah padat hingga dipastikan tidak terdapat ruang untuk udara, kemudian tutup rapat. Setelah 7 – 14 hari fermentasi hijauan limbah pakan dapat diberikan untuk pakan ternak. fermentasi yang berhasil memiliki bau khas, seperti sedikit harum atau tidak berbau busuk dengan warna sedikit coklat, tidak terdapat jamur dan tekstur tidak kaku.

Proses fermentasi hijauan limbah pertanian untuk pakan ini sangat mudah dengan bahan yang mudah didapatkan dan memiliki banyak manfaat yang dapat diperoleh petani peternak untuk ternak mereka, sehingga diharapkan peternak dapat mengaplikasikannya sendri. Kegiatan sosialisasi program berjalan lancar karena petani peternak antusias dan ingin mencoba menerapkan pada ternaknya.“ Ternyata membuat jerami fermentasi mudah ya mbak. Selama ini saya hanya mendengar dan tidak tau cara buatnya jadi takut kalau mau buat. Kalau mudah seperti ini dari pada jerami tak kasih langsung terus sisa yang tidak diberikan saya bakar, ya mending saya buat fermentasi. Selain gizinya jadi tambah juga bisa disimpen buat besok besok, wahh mantap!” Ucap pak likin, salah satu petani peternak.

Penulis             : Nova Mega Suswati

DPL                : Dr. Ir. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si,. IPM