GERAKAN SEHAT DAN HEMAT: Mahasiswa Undip Manfaatkan Produk Kebersihan Menjadi Disinfektan Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19

Semarang (13/02/2022)

Pada saat ini wabah covid-19 yang sedang mulai menurun membuat masyarakat mulai beraktifitas diluar rumah, yang jika dilakukan secara rutin akan meningkatkan kontak terhadap virus covid-19 tersebut. Oleh karena itu diperlukan untuk tetap menjaga protokol kesehatan, salah satunya adalah disinfektan yang sangat diperlukan jika berurusan di tempat umum yang fasilitasnya banyak digunakan orang-orang. Sedangkan ketersediaan disinfektan yang terbatas menyebabkan protokol kesehatan ini sulit untuk dijaga.

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Dary M. Raihan dengan pembimbing Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum., pun turut membantu berupaya mencegah penyebaran Covid-19 dengan mengadakan program pembagian disinfectant dan juga edukasi cara pembuatannya di Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah pada hari Jumat (21 Januari 2022). Melalui program tersebut, Dary menekankan pentingnya menjaga kebersihan barang-barang yang dipakai sehari-hari. Selain itu, harapannya masyarakat dapat memahami cara pembuatan disinfectant di rumah.

Leaflet Cara Pembuatan Disinfektan
Foto Pembagian Leaflet dan Disinfektan

Cara pembuatan home-made disinfectant sangatlah mudah, bahan bakunya hampir di setiap rumah tangga memilikinya, yaitu produk-produk kebersihan rumah tangga semisal Wipol, Soklin, Detol, dll. ­­Produk-produk kebersihan rumah tangga rata-rata mengandung bahan Sodium Hypochlorite 5-7% atau yang sering disebut pemutih merupakan agen antimikroba yang baik dan merupakan bahan yang baik sebagai disinfektan. Langkah-langkah pembuatannya dengan menuangkan cairan pembersih ke dalam botol kaca, gunakan sarung tangan untuk menghindari kontak dengan kulit, lalu tambahkan air dengan perbandingan 1 liter untuk setiap 20-40 ml produk pembersih.

Penulis       : Dary Muhammad Raihan

Editor         : Reny Wiyatasari, S.S., M.Hum.