Menarik! Mahasiswa KKN Undip Berikan SIMPATI GITA (Edukasi MPASI Optimalkan Gizi Baduta) pada Ibu Baduta Desa Getasrejo

Getasrejo, Kabupaten Grobogan (25/1) – MPASI merupakan makanan atau minuman yang memiliki kandungan gizi untuk diberikan kepada bayi atau anak usia 6-24 bulan dengan tujuan memenuhi kebutuhan gizi di luar ASI. WHO menyebutkan bahwa bayi di atas 6 bulan memerlukan makanan selian ASI karena jika menggunakan ASI terus-menerus tidak dapat memenuhi kebutuhan gizi baduta. MPASI jika tidak diberikan dengan tepat dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan baduta terhambat. Selain itu, MPASI juga berkaitan dengan pengetahuan ibu atau pengasuh.

Berdasarkan hasil survei menunjukkan bahwa ibu baduta yang memberikan MPASI masih kurang memerhatikan tekstur dan keragaman bahan makanan. Hal tersebut dikarenakan belum adanya pemahaman terkait MPASI 4 Bintang dan alasan pentingnya diberikan MPASI yang tepat. Oleh karena itu, Adiba Kurnia Rohmani dari mahasiswa KKN Undip di bawah bimbingan Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes. membuat program SIMPATI GITA (Edukasi MPASI Optimalkan Gizi Baduta) untuk membantu ibu baduta dalam mengetahui dan memahami cara pemberian MPASI yang tepat.

Pelaksanaan SIMPATI GITA (Edukasi MPASI Optimalkan Gizi Baduta)

Pelaksanaan SIMPATI GITA dilakukan dengan memberikan edukasi melalui media booklet untuk memudahkan ibu dalam memahami materi yang diberikan. Edukasi dilakukan sembari menunggu ibu mendapatkan giliran untuk proses imunisasi saat kegiatan posyandu. Isi materi yang diberikan diantaranya alasan perlunya diberikan MPASI, cara pemberian MPASI yang tepat dari frekuensi hingga tekstur, MPASI 4 Bintang, dan contoh menu MPASI. Pelaksanaan SIMPATI GITA tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar karena ada beberapa yang kurang fokus akibat anak sedang rewel. Booklet yang digunakan sebagai media edukasi diberikan kepada ibu untuk dibawa pulang supaya dapat dipahami di rumah.

Program diakhiri dengan proses monitoring dan evaluasi untuk mengetahui tingkat penerimaan materi yang diberikan. Ibu diberikan beberapa pertanyaan singkat melalui WhatsApp berkaitan dengan materi di dalam booklet dan dapat menjawab semua pertanyaan dengan benar. “Ternyata dari yang saya baca di sini MPASI tidak asal diberikan, ya, Mbak. Sejak kemarin sudah saya ikuti sesuai anjuran 4 Bintang itu, Mbak, biar anak saya sehat gizinya juga bagus,” ucap salah satu ibu baduta. Booklet tersebut juga diberikan kepada kader posyandu supaya dapat dimanfaatkan di pertemuan posyandu berikutnya. Ibu kader posyandu juga memberikan kesempatan mahasiswa KKN dalam pertemuan rutin bulanan kader posyandu satu Desa Getasrejo bulan Februari untuk menjelaskan isi dari booklet supaya selanjutnya ibu kader dapat ikut mengedukasi ibu baduta setelah kegiatan KKN selesai.

Penulis: Adiba Kurnia Rohmani (S1 Gizi, Fakultas Kedokteran)

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Cahya Tri Purnami, S.KM., M.Kes.