Berkelimpahan Jahe Murah di Gunungsari Pemalang, Mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP Lakukan Edukasi Mengenai “Kestabilan Harga Hasil Tani”

Edukasi Kestabilan Harga Hasil Tani oleh Tim KKN Tematik UNDIP (Sumber: dokumentasi pribadi)

Desa Gunungsari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang (25/07/22), KKN Tematik Tim II Tahun 2022 Universitas Diponegoro melakukan edukasi mengenai “Kestabilan Harga Hasil Tani” yang dilaksanakan di Desa Gunungsari, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang pada tanggal 25 Juli 2022. Edukasi ini dilaksanakan bertepatan dengan rutinan kumpul kelompok Tani Karya Harapan yang diadakan di koperasi Tani Desa Gunungsari. Sebuah koperasi yang menaungi para petani yang ada di Desa Gunungsari. Dengan jumlah 10 anggota dalam satu tim yang terdiri dari berbagai Program Studi, pada pertemuan kali ini pengisi materi edukasi adalah mahasiswi dari Program Studi Antropologi Sosial.

Permasalahan di Desa Gunungsari yang belum terselesaikan adalah turunnya harga jahe yang sudah dipanen. Hal ini disebabkan oleh banyaknya petani jahe yang menanam tanaman jahe secara bersamaan. Sehingga menyebabkan Desa Gunungsari berkelimpahan dalam memproduksi jahe yang membuat harga jahe sangat turun secara drastis. Dari informasi yang didapatkan dari warga lokal, mereka menyebutkan bahwa harga jahe yang semula RP.9000,- per-kilo kini turun sampai harga Rp.3000,- per kilo. Penurunan harga hingga 50% ini membuat para petani mengalami kerugian besar karena harga produksi tidak sebanding dengan harga penjualan.

Dari permasalahan tersebut, salah satu mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP mencoba melakukan edukasi mengenai kestabilan harga hasil tani kepada para petani yang mengalami dampak dari naik turunnya harga jual hasil pertanian. Hal ini dilakukannya lantaran program monodisiplin yang ingin ia fokuskan adalah membuka pemikiran para petani untuk mengetahui pentingnya kestabilan harga untuk mengatasi permasalahan yang ada di Desa Gunugsari. Solusi yang ditawarkan adalah: 1) pentingnya para petani untuk konsisten dalam menanam jenis tanaman yang akan dijual. Bukan tanaman yang secara bersamaan ditanam hingga membuat satu desa berkelimpahan produksi, 2) pentingnya membuat lumbung penyimpanan hasil pertanian untuk disimpan terlebih dahulu sampai keadaan harga stabil kembali, 3) pentingnya meningkatkan kualitas hasil pertanian, baik dari kemasan maupun hasil produksi, dan yang ke 4) membuat olahan dari tanaman jahe atau inovasi produk menjadi bentuk lain.

Bukan sekedar edukasi, mahasiswa KKN Tematik Tim II UNDIP ini melakukan program lanjutan yakni pelatihan membuat olahan dari jahe yang akan dilaksanakan bersama para petani Karya Harapan pada minggu berikutnya. Dari semua solusi yang ditawarkan, diharapkan edukasi mengenai kestabilan harga hasil tani ini mampu membuka wawasan para petani untuk mengatasi permasalahan naik turunnya harga hasil pertanian yang kurang stabil di Desa Gunungsari.

Penulis: Ayyi Imana Auliaamafaza, Mahasiswi Program Studi S-1 Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro

KKN Tematik Tim II Universitas Diponegoro, Desa Gunungsari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Heni Rizqiati, S.Pt., M.Si