@Jalani Online Learning Selama 2 Tahun, Anak-Anak di Desa Bendosari Belajar untuk Berani Berbicara di Depan Umum.

Semarang (21/07/2022), program kerja edukasi dan pelatihan public speaking dasar untuk meningkatkan kepercayaan diri pada anak – anak di Desa Bendosari telah dilaksanakan. Progam kerja tersebut dilaksanakan oleh anggota KKN Tim II Desa Sadeng, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Program kerja yang dilaksanakan berupa pemaparan materi dan juga praktik public speaking dasar. Pandemi COVID-19 telah mengubah tiap aspek kehidupan manusia secara global dan tentunya berdampak pada keseharian masyarakat yang dituntut untuk menyesuaikan dengan protokol kesehatan COVID-19 agar terhindar dari virus tersebut. Salah satu yang terkena dampak adalah pendidikan. Masyarakat Indonesia mulai dari murid sekolah, mahasiswa perkuliahan, karyawan, dan para pekerja lainnya harus memenuhi protokol kesehatan. Dengan adanya himbauan dari pemerintah, maka seluruh kegiatan diluar ruangan harus dibatasi. Salah satunya yaitu kegiatan pendidikan. Mulai dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, serta universitas diubah menjadi online school atau pembelajaran secara online di rumah masing-masing.

Tidak terkecuali anak – anak di Desa Bendosari, Kelurahan Sadeng, Kecamatan Gunungpati RW. 08 ini. Menurut penuturan mereka, pembelajaran secara daring telah dilakukan selama kurang lebih 2 tahun, dan baru di tahun pembelajaran 2021/2022 ini mereka akhirnya diizinkan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah masing – masing. Pada sore harinya, mereka pergi ke TPQ di salah satu rumah warga pasangan suami dan istri, yaitu Bapak Yudi dan Ibu Yuni. Mahasiswa diizinkan untuk membantu membimbing anak – anak untuk mengaji Iqra’, Al-qur’an, serta menghafal surat – surat pendek. Dari sinilah mahasiswa mulai menyadari bahwa pandemi berdampak pada kemampuan anak – anak dalam menyampaikan pendapat atau sekedar berbicara didepan umum, dalam hal ini yaitu didepan para mahasiswa KKN ketika perkenalan diri dan sesi tanya jawab. Dampak yang dimaksud adalah anak – anak sudah terbiasa melihat teman – teman atau guru mereka lewat layar sehingga mereka terlihat sedikit mengalami kesulitan ketika harus berbicara secara face-to-face.

Adanya edukasi serta pelatihan public speaking dasar dirasa penting oleh mahasiswa guna meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara didepan umum bagi anak – anak Desa Bendosari yang sudah terbiasa pasif dan berinterkasi secara virtual pada pembelajaran daring. Edukasi ini dilakukan mahasiswa dengan memberikan penjelasan yang mudah dipahami oleh anak – anak mengenai apa itu public speaking, pentingnya mengasah kemampuan ini sejak dini, serta bagaimana anak – anak dapat belajar untuk mengasah skill public speaking agar dapat diterapkan pula ketika pembelajaran di pendidikan formal (SD, SMP, serta SMA). Mahasiswa berharap dengan adanya pengetahuan mengenai pentingnya mengasah kemampuan public speaking dasar sejak dini, para anak – anak di Desa Bendosari dapat memaksimalkan potensi mereka serta dapat lebih berprestasi dalam aspek apapun, baik di pendidikan formal maupun non-formal.

Yellow-We-Are-Hiring-Illustration-Flyer

Gambar 1. Poster untuk Edukasi dan Pelatihan Praktik Public Speaking Dasar.

lol

Gambar 2. Proses pelaksanaan edukasi dan pelatihan di TPQ Bendosari bersama 2 mahasiswa lainnya.

loll

Gambar 3. Dokumentasi foto bersama anak- anak usai pelaksanaan program kerja.

Penulis: Shima Aqila – 14040119130072 (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Ilmu Komunikasi)
DPL: Ir. Hermin Werdiningsih, MT.