Musim kemarau panjang, peternak menjerit rumput menipis, solusinya buat stok pakan ternak dengan limbah ampas tahu yuk lebih murah!

Grobogan (7/8). Mayoritas besar warga di lokasi KKN ini memiliki ternak meskipun jumlahnya tidak banyak dan rata – rata ternak kambing. Seorang peternak tentu sangat tergantung dengan ketersediaan pakan terutama untuk penggemukan agar ternak cepat gemuk dan sehat. Ngarit rumput atau rambanan merupakan hal yang normal dan setiap hari dilakukan peternak disini. Saat ini, kemarau panjang mulai memasuki desa Tanggirejo yang menyebabkan rumput sulit untuk didapatkan atau terkadang diberi obat rumput sehingga peternak tidak memperoleh rumput untuk pakan ternak dan mulai kebingungan mencari solusinya. Potensi yang seharusnya dikembangkan adalah terdapat limbah ampas tahu yang melimpah disekitar desa dengan harga yang murah. KKN Tim II pada minggu ke – 5 diisi dengan kegiatan monodisiplin di desa Tanggirejo Kecamatan Tegowanu kabupaten Grobogan, Jawa Tengah pada tanggal 7 Agustus 2022 dengan program sosialisasi cara pengolahan limbah ampas tahu menjadi pakan kosentrat dan pakan pendamping ternak ruminansia.

Program ini melibatkan masyarakat desa di lingkungan RT 1 RW 1 terutama bapak ibu peternak yang memiliki ternak ruminansia (sapi dan kambing) yang masih dipelihara dengan cara tradisional dan membutuhkan rumput setiap hari, penyuluhan dilaksanakan di rumah Bapak Mujiono RT 1 RW 1 yang dilakukan secara diskusi santai dengan 6 orang peternak sekitar agar lebih kenal dan paham materi yang akan disampaikan. Penyuluhan dilakukan dengan diskusi kemudian sharing, tanya jawab serta dibagikan leaflet panduan cara fermentasi limbah ampas tahu untuk pakan ternak agar dapat disimpan lebih lama dan hemat. Program monodisiplin ke – 2 ini dilakukan bersamaan dengan program monodisiplin 1 karna lebih efektif dan efisien.

Penyuluhan ini berangkat dari survey kepada para warga yang memiliki ternak ruminansia dan apa masalah yang dihadapi selama ini dan masalah rumput di musim kemarau ini salah satu yang bantak dibicarakan, terlebih musim kemarau berlangsung cukup panjang dan tidak bisa diprediksi. Salah 1 potensi yang bisa dimanfaatkan adalah adanya limbah ampas tahu yang melimpah dengan harga yang murah. Peternak biasanya memberikan ampas tahu secara langsung ke ternak sedangkan jika sedikit diolah terlebih dahulu nilai gizinya akan meningkat, masa simpan lebih lama dan tentu lebih hemat. Limbah ampas tahu ini cocok digunakan sebagai pakan konsentrat atau pakan pendamping, namun tidak boleh diberikan berlebihan disamping agar tetap hemat juga menjaga daging ternak tidak terlalu berlemak. Cara pembuatan pakan ini dengan fermentasi dan hanya memerlukan limbah ampas tahu 6 kg, bekatul, air, EM4 serta gula merah kemudian dicampur dan diaduk lalu dimasukkan ke dalam tong yang tertutup rapat lalu difermentasi selama minimal 2 hari dan pakan siap digunakan untuk diberikan ke kambing, sapi, ternak lainnya yang masa simpannya sampai 1 bulan.

Harapan masyarakat adalah agar setelah ini bisa membuat pakan dari limbah ampas tahu ini agar mempercepat proses penggemukan ternak, membantu kesulitan ketersediaan hhijauan di musim kemarau, mmenambah gizi ternak, memperpanjang masa simpan limbah ampas tahu dan tetap hemat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *