Wujudkan Indonesia Menjadi Raja UMKM, Mahasiswa Undip Edukasi Penjual Tradisional Go To Digital

Kota Semarang (11/08)-Manusia dan teknologi saat ini telah menjadi sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Perkembangan kehidupan manusia yang selalu disertai dengan lahirnya teknologi baru, merupakan bukti nyata dari hubungan erat tersebut. Perkembangan yang terjadi saat ini telah merambah pada berbagai aspek kehidupan, salah satunya perkembangan bisnis dan ekonomi yang tereralisasi secara nyata dengan lahirnya UMKM (Unit Mikro Kecil Menengah). Keberadaan UMKM saat ini dipercaya dapat memberikan kontribusi dalam perekonomian Indonesia. Menurut data yang dilansir dari idxchannel UMKM telah berkontribusi besar terhadap PDB Indonesia yaitu 61,97% dari total PDB nasional atau setara dengan Rp8.500 triliun di tahun 2020. Besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia, mendorong berbagai kalangan untuk memberikan perhatian lebih terhadap perkembangan UMKM diantaranya mencakup persiapan UMKM dalam menghadapi persaingan di Era digital.

Salah satu bentuk program persiapan UMKM pada era digital adalah membentuk UMKM go digital. UMKM go digital merupakan sebuah langkah yang disiapkan Bank Indonesia dalam rangka mengakselarasi pengembangan UMKM ditengah pesatnya perkembangan teknologi. UMKM go digital dianggap memiliki interaksi, fleksibilitas dan kemudahan dalam keberlangsungan bisnis. Hal ini juga tentu perlu didukung dengan pelaku UMKM yang mampu secara bersinergis belajar dan berkembang bersama teknologi yang ada. Salah satu bentuk UMKM go digital diantaranya kemampuan UMKM untuk memanfaatkan platform digital ( e-commerce).

Akan tetapi nyatanya, masih banyak UMKM yang belum mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan digital ini. Menurut laporan yang diungkap oleh Deloitte Access Economics mengenai UMKM Pemicu Kemajuan Indonesia, mengungkapkan bahwa sebanyak 36 % UMKM belum terkoneksi oleh internet, 37% UMKM hanya menggunakan internet untuk keperluan mendasar, dan dari 18 % UMKM level menengah, hanya 9 % yang telah memaksimalkan internet untuk mengembangkan usahanya. Hal ini menerangkan bahwa masih minimnya tingkat pengetahuan pelaku UMKM dalam pengoptimalisasian internet bagi usahanya. Jika hal ini terus dibiarkan, tidak akan menutup kemungkinan bahwa akan banyak pelaku UMKM yang “gulung tikar” dikarenakan tidak mampu bersaing dengan UMKM lain bahkan bisnis internasional.

foto-1-umkm

Berdasarkan permasalahan diatas, para pelaku UMKM di lingkungan Jatingaleh perlu mendapatkan edukasi serta pendampingan mengenai pemanfaataan platform digital ( e – commerce) agar mampu terkoneksi dengan dunia digital serta mendorong UMKM go digital. Melihat hal tersebut, kami TIM KKN II UNDIP mengadakan program edukasi dan pendampingan platform e-commerce kepada pelaku usaha UMKM di Kelurahan Jatingaleh. Program ini telah dilaksanakan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah diharapkan di awal pelaksanaan program. Semangat dari pelaku UMKM juga mencerminkan bahwa pelaksanaan program ini diterima dengan baik dan merasa teredukasi dengan materi yang telah dipaparkan.

foto-umkm

Penulis : Amabel Shafa Rasendriya Wijanarko – Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Program Studi Akuntansi
DPL : Hendrik Anggi Setyawan, S.Pi., M.Si
Lokasi KKN : Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang