Dukung SDG’s dengan Ecobrick

Whats-App-Image-2022-08-11-at-8-28-01-PM

Lengkong, Bojong, Kab. Tegal – Manajemen sampah yang baik belum cukup untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada. Sampah TPS yang overload menjadi salah satu masalah baru yang ada di Desa Lengkong. Masalah yang timbul membuat Mahasiswa Tim II KKN Undip tergerak untuk memberikan sosialisasi mengenai pembuatan bank sampah serta mempraktikan pembuatan ecobrick. Sampah-sampah nantinya dipisahkan berdasarkan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik yang telah terkumpul di bank sampah dapat dijadikan ecobrick yang nantinya dapat dijadikan sesuatu yang bermanfaat seperti paving, kursi taman, atau hiasan taman. Ecobrick adalah salah satu upaya upaya cerdas dan praktis dalam penanganan sampah plastik. Ecobrick merupakan material ramah lingkungan pengganti batu bata.
eco-1

Program pembuatan ecobrick dilakukan sejak tanggal 13 juli 2022. Program ini dilakukan sebagai contoh nyata penerapan 3R serta mendukung SDG’s nomer 13 mengenai climate action. Selain itu program ini juga dilaksanakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwasanya sampah dapat memiliki nilai ekonomis apabila diolah dengan tepat.

Penulis: Ledia Hanifa
Dosen Pembimbing: Clara Yully Diana Ekaristi