Budidaya Organik Untuk Kelanjutan Pertanian Di Masa Depan

Whats-App-Image-2022-08-11-at-13-54-04

Cepogo, Boyolali (16/7) – Di era sekarang ini, masih banyak masyarakat yang mengandalkan bahan-bahan kimia untuk memelihara lahan pertanian mereka. Penggunaan bahan-bahan kimia dinilai lebih praktis dan lebih efektif dibandingkan penggunaan bahan-bahan organik. Padahal, penggunaan bahan kimia secara terus menerus akan menyebabkan dampak yang sangat signifikan terhadap lahan pertanian. Bahan kimia dapat berdampak pada penurunan kesuburan tanah, lama kelamaan unsur hara yang terkandung dalam tanah dan biota tanah akan menghilang, serta menyebabkan sifat tanah yang sulit untuk ditanami tanaman kembali. Selain itu, penggunaan bahan kimia secara terus menerus juga berdampak pada makhluk hidup seperti hewan dan manusia.

Masyarakat Desa Wonodoyo mayoritas masih mengandalkan penggunaan bahan kimia untuk memelihara pertanian mereka. Penggunaan bahan kimia berupa pupuk kimia, pestisida kimia, dan zat pengatur tumbuh berbahan dasar kimia. Sangat disayangkan apabila kebiasaan ini terus dilanjutkan, karena mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Apabila lahan pertanian sudah tidak mampu lagi berproduksi secara optimal, maka akan sangat berdampak pada lingkungan bahkan dapat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

Wisnu Adhi Pamungkas mahasiswa program studi S-1 Agroekoteknologi. Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro angkatan 2019 melakukan sosialisasi pentingnya pertanian organik untuk pertanian berkelanjutan terhadap Kelompok Tani Cepoko Mulya di Dusun Pandansari, Desa Wonodoyo. Program ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 16 Juli 2022 pukul 14.00 WIB, di rumah Bapak Ratno yang merupakan salah satu anggota kelompok tani dan dihadiri oleh anggota berjumlah 22 orang dan 9 orang dari KKN Tim II Undip tahun 2022. Program ini dilaksanakan bersamaan dengan kumpulan rutin Kelompok Tani Cepoko Mulya yang dilakukan setiap satu bulan sekali. Pelaksanaan program berupa sosialisasi mengenai “Pentingnya Pertanian Organik untuk Pertanian Berkelanjutan” dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Leaflet-Pertanian-Organik
Leaflet-Pertanian-Organik-1

Materi yang disampaikan berupa pengertian pertanian berkelanjutan dan pertanian organik. Pertanian berkelanjutan yaitu pertanian yang mengarahkan pemanfaatan sumber daya yang lebih besar dan efisien dalam penggunaan sumberdaya lahan, dan seimbang dengan lingkungan, baik manusia maupun hewan. Pertanian organik adalah teknik budidaya tanaman dengan mempertimbangkan kesehatan dan produktivitas agro-ekosistem secara alami menggunakan bahan-bahan organik. Kemudian materi juga berisi praktik pertanian organik, prinsip, kegunaan, dan perbedaan pupuk kimia dengan pupuk organik.

Program kerja ini berjalan dengan lancar dan disambut baik oleh peserta yang hadir. “Terima kasih atas sosialisasi yang diberikan, semoga dengan adanya sosialisasi ini masyarakat Dusun Pandansari bisa sadar untuk bertani secara organik atau setidaknya bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia dan Kelompok Tani Cepoko Mulya bisa mendapatkan kembali sertifikasi organik” tutur Bapak Supanto selaku ketua Kelompok Tani Cepoko Mulya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Desa Wonodoyo agar dapat menerapkan pertanian organik di dalam budidaya tanaman pertanian. Penerapan pertanian organik dapat dimulai dari mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia dalam budidaya tanaman pertanian. Hal tersebut mampu menjaga kesehatan lahan pertanian sehingga lahan dapat digunakan terus menerus serta meningkatkan produktivitas lahan dan produksi hasil pertanian.

Penulis : Wisnu Adhi Pamungkas
Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Khairul Anam, S.Si., M.Si
Lokasi : Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali