Lakukan Gerakan Perangi Berita Hoax, Mahasiswi Undip Berikan Edukasi Terkait Akibat Hukum Penyebaran Berita Hoax Kepada Masyarakat Desa Dawu

Whats-App-Image-2022-08-12-at-06-54-29

Ngawi (26/07/2022), Kartika Dwi Ajeng mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja monodisiplin berupa sosialisasi pencegahan berita hoax kepada masyarakat Desa Dawu, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Berita hoax atau berita palsu masih banyak beredar di kalangan masyarakat Desa Dawu. Menurut KBBI, Hoax mengandung makna informasi atau berita bohong, berita tidak bersumber. Hoax merupakan rangkaian informasi yang memang sengaja disesatkan, tetapi “dijual” sebagai kebenaran.

Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan cara mendatangi rumah warga satu persatu dari rumah satu ke rumah lainnya, serta menempelkan poster pada papan informasi kantor kepala desa Dawu dengan tujuan agar lebih banyak yang mengetahui informasi terkait pencegahan berita hoax. Sasaran utama dari sosialisasi ini adalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang biasanya sering mendapatkan berita hoax dari grup whatsapp dan langsung mempercayai dan menyebarluaskan.

Whats-App-Image-2022-08-12-at-06-54-54
Whats-App-Image-2022-08-12-at-06-55-11

Dalam kegiatan sosialisasi ini materi yang diberikan adalah tentang pengertian hoax, ciri-ciri hoax, cara menghindari berita hoax dan akibat hukum penyebaran berita hoax. Poin penting dari kegiatan sosialisasi ini adalah menjelaskan mengenai akibat hukum penyebaran berita hoax yaitu bagi penyebar hoax, dapat diancam Pasal 45 ayat (1) UU ITE, yaitu dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 1 miliar. Sehingga setelah mengetahui akibat hukum penyebaran berita hoax, masyarakat Desa Dawu lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial khusunya pada saat menerima berita yang belum diketahui kebenarannya.

Nama : Kartika Dwi Ajeng
NIM : 11000119130506
DPL : Maya Aresteria, S.E., M.Si., Akt
Lokasi KKN: Desa Dawu, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur