Upaya Pencapaian Poin Ke-3 SDGs, Mahasiswa KKN UNDIP Sosialisasi Hidup Sehat Gizi Seimbang

2a
Foto: Mahasiswa KKN Tim II UNDIP melakukan sosialisasi Pedoman Hidup Sehat dengan Gizi Seimbang di Posyandu Remaja, Kota Semarang pada Minggu (07/08). (Dok. Pribadi).

TAMBAKREJO, KOTA SEMARANG (07/08) – Kegiatan sosialisasi mengenai Pedoman Hidup Sehat Gizi Seimbang berhasil dilakukan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro pada Minggu (07/08) di Posyandu Remaja, kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Sosialisasi ini ditujukan pada masyarakat, khususnya remaja kelurahan Tambakrejo.

Menurut KEMENKES RI 2020, gizi kurang pada remaja perlu menjadi perhatian khusus, terdapat 8,7% remaja yang mengalami berat badan rendah pada kelompok usia 13-15 tahun dan 8,1% dengan kondisi sangat kurus pada kelompok usia remaja 16-18 tahun, sedangkan prevalensi berat badan lebih dan obesitas sebesar 16,0% pada remaja kelompok usia 13-15 tahun dan 13,5% pada remaja kelompok usia 16-18 tahun.

Whats-App-Image-2022-08-12-at-11-18-30-AM
Foto: Poster yang dibagikan kepada peserta Posyandu Remaja Kelurahan Tambakrejo.

Pedoma Hidup Sehat Gizi Seimbang merupakan pedoman mengkonsumsi makanan cukup nutrisi, panduan porsi dalam satu piring serta mengajarkan pola hidup sehat dan bersih, dalam hal ini juga memberikan edukasi mengenai pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak. Adanya sosialisasi pedoman hidup sehat gizi seimbang bertujuan untuk memberikan edukasi dan tambahan informasi sehingga menumbuhkan kesadaran kesadaran generasi muda dalam mengkonsumsi makanan serta menjaga pola hidup bersih dan sehat. sosialisasi pedoman hidup sehat gizi seimbang dikemas dalam bentuk poster kreatif yang mudah dipahami oleh remaja, khususnya bagi peserta posyandu remaja Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.
2b
2c
Foto: Pembagian Poster Edukasi pedoman hidup sehat gizi seimbang

Melalui program sosialisasi ini, remaja diharapkan bisa menumbuhkan kesadaran untuk menjaga asupan nutrisi dan menerapkan pola hidup yang lebih baik lagi, sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masa remaja maupun masa produktif yang akan datang.

Oleh: Syahril Abdi Wijaya (Kedokteran Umum/2019)
DPL: Asep Setiaji, S.Pt., M.Si., P.hD.
KKN Tim II Universitas Diponegoro, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang.