Mengedukasi Pelaku UMKM Dalam Mewujudkan Lingkungan Kerja yang ENASE dengan Menerapkan 5R. Apakah Perlu?

S-54304779

Bubakan, Semarang (31/07/2022) – UMKM yang ada di Kelurahan Bubakan rata-rata sudah beroperasi lebih dari sepuluh tahun. Setiap UMKM memiliki produk unggulannya seperti yogurt, pizza, gorengan tempe, susu kambing, dll. Dalam menjalankan proses produksinya, para pelaku UMKM untuk penyimpanan yang dilakukan, dari bahan bauku hingga produk jadi, masih cukup berantakan sehingga perlu dilakukan pembenahan.

Oleh karena itu, Edukasi prinsip 5R disampaikan oleh Mahasiswa KKN Tim II Undip 2021/2022 Kelurahan Bubakan, yaitu Muhammad Afifudin, dalam agenda edukasi sebagai bentuk pelaksanaan program kerja monodisiplin. Penyampaian materi pada edukasi ini yaitu memperkenalkan salah satu prinsip dalam manajemen pergudangan dari Jepang yang biasa disebut sebagai 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). TPrinsip ini memiliki tujuan menciptakan tempat kerja yang bersih, selain itu juga untuk mengatur, mengelola, dan memperbaiki tempat kerja demi membuang hal yang mengakibatkan pemborosan baik sesuatu hal atau prosesnya. Prinsip ini cukup sederhana dan mudah dipahami, namun menerapkan dapat menjadi sulit apabila tidak memiliki pola pikir yang efektif dan efisien. Penerapan 5R yang tepat dan konsisten mampu membuat lingkungan kerja menjadi bersih, nyaman dan tertata rapi sehingga produktivitas dapat meningkat dan proses operasional dapat berjalan dengan lancar.

S-54312962

Rangkaian program diakhiri dengan pemberian booklet sebagai pengingat bagi pelaku UMKM untuk selalu membudayakan prinsip 5R dari waktu ke waktu.

Penulis: Muhammad Afifudin (Teknik Industri-Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Dosen Pembimbing Lapangan: Prof. Dr. Meiny Suzery, MS.
Lokasi: Kelurahan Bubakan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang