Makin Maraknya Pinjaman Online di Desa Pagerkasih, Mahasiswi KKN UNDIP Berikan Edukasi Mengenai Risiko, Dampak Ekonomi, serta Tips Menggunakan Jasa Pinjaman Online.

LINE-ALBUM-proker-1-devi-judith-220812-1

Perkembangan digital yang sangat cepat membuat perubahan di berbagai sisi kehidupan masyarakat, termasuk dalam hal keuangan digital. Dewasa ini, mendapatkan uang atau pinjaman tidak harus bertatap muka secara langsung dengan si pemberi pinjaman, melainkan dapat melalui sistem online atau daring. Hal ini tentunya membawa keuntungan dan kekurangan tersendiri. Keuntungannya tentu akan makin mudah untuk mendapatkan suntikan dana atau pinjaman uang. Namun di sisi lain, kemudahan yang diperoleh tersebut juga membawa konsekuensi yang besar. Sayangnya, masyarakat cenderung belum terlalu paham apa saja konsekuensi, dampak, serta risiko dalam menggunakan pinjaman online tersebut.

Sama halnya dengan di Desa Pagerkasih, pinjaman online sudah mulai dikenal oleh masyarakat dan bahkan beberapa masyarakat pernah menjadi korban yang dirugikan dari adanya sistem pinjaman online tersebut. Oleh karena itu, mahasiswa tim II KKN Universitas Diponegoro tahun 2021/2022 berinsiatif untuk melaksanakan program kerja “Edukasi Mengenai Risiko, Dampak Ekonomi, serta Tips Menggunakan Pinjaman Online”.
Kegiatan edukasi ini dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2022 bertempat di Balai Desa Pagerkasih. Mahasiswa membagikan undangan kepada perwakilan setiap RT dengan target utama adalah kaum ibu rumah tangga. Kaum ibu rumah tangga dijadikan sasaran edukasi karena mengingat bahwa merekalah yang biasanya mengelola keuangan rumah tangga masing-masing.

LINE-ALBUM-proker-1-devi-judith-220812-0

Edukasi ini dirasa sangat perlu untuk dilakukan, mengingat sebenarnya tujuan awal adanya pinjaman online ini adalah untuk mempermudah keuangan masyarakat Indonesia, terutama setelah masa pandemi Covid-19 yang memporak-porandakan perekonomian masyarakat. Namun, perlu diingat lagi bahwa ada dua jenis pinjaman online, yaitu pinjaman online ilegal dan pinjaman online legal. Pinjaman online legal merupakan pinjaman online yang perusahaan atau badan usahanya terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Mendapatkan pinjaman online dari perusahaan atau badan usaha yang legal biasanya memang cukup sulit, karena perusahaan akan melakukan screening untuk menilai apakah si peminjam memiliki kapasitas untuk membayar pinjaman atau tidak, dan juga bunga yang ditetapkan tidaklah tinggi. Sebaliknya, pinjaman online ilegal tidak memiliki izin dan tidak diawasi oleh OJK. Karena itu, sistem dan tata cara peminjaman biasanya cukup mudah atau bahkan sangat mudah, sementara itu perusahaan pinjaman online ilegal juga menetapkan bunga yang sangat tinggi dan sistem penagihan sering kali tidak masuk akal dan bisa saja menganggu bahkan melukai si peminjam. Melalui edukasi ini, masyarakat diajak untuk mengenali ciri-ciri pinjaman online ilegal dan pinjaman online legal, serta menghimbau masyarakat untuk menggunakan pinjaman online yang legal

pinjol-poster

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk lebih bijaksana dalam menyikapi adanya pinjman online, dengan mengerti serta memahami kondisi keuangan rumah tangga, rasio kebutuhan utang rumah tangga, serta paham betul mana jenis pinjol legal dan ilegal. Harapannya melalui edukasi ini, masyarakat jadi lebih mengerti dan bijaksana sebelum memutuskan akan menggunakan jasa pinjaman online atau tidak. Kegiatan edukasi ini mendapatkan respon positif dari peserta yang hadir, ada beberapa pertanyaan yang diajukan dan bahkan ada salah satu peserta yang membagikan pengalamannya terkena jeratan pinjaman online ilegal, meskipun bukan ia yang melakukan pinjaman tersebut. Peserta tersebut bercerita bahwa ada yang menagih hutang pinjol kepada dirinya dengan bukti foto peserta tersebut sedang memegang KTP. Padahal ia tidak pernah menggunakan pinjaman online apapun. Beruntungnya masalah tersebut sudah selesai dan untuk merespon pengalaman tersebut, mahasiswa KKN UNDIP ikut menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan data pribadi, seperti foto KTP, KK, dan sebagainya. Karena foto-foto tersebut sangat rentan untuk disebarluaskan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab dan digunakan untuk hal yang negatif atau merugikan.

Penulis: Devi Claudia (12020119120039/ Fakultas Ekonomika dan Bisnis)
DPL: Solikhin, S.Si., M.Sc.
Lokasi: Desa Pagerkasih, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal