Mendobrak Popularitas Jajanan SD, Es Krim Rumahan Sekarang Kian Diminati Anak Kecil

Whats-App-Image-2022-08-12-at-5-17-19-PM
Whats-App-Image-2022-08-12-at-5-17-30-PM

Semarang (28/07/2022) – Makanan tidak sehat masih kerap beredar dikalangan anak-anak, jenis makanan ini masih laku karena berwarna menarik, lebih murah, enak dimulut, dan mudah dimakan. Tak sedikit anak-anak yang terkena akibat dari makanan rendah gizi tersebut, seperti diare, batuk, kerusakan gigi, kekebalan tubuh, dan lain-lain. Acuan dari masalah ini adalah pola asuh orang tua terhadap penjagaan dan pengelolaan makan anak.
Perilaku jajan yang anak lakukan merupakan suatu hasil pembelajaran dari lingkungan sekitar yang dilihat. Cara menanganinya, jika ke sekolah biasakan membawa bekal yang kenyang dan uang jajan yang terbatas guna meminimalisir hasrat jajan yang muncul. Biasanya kebiasaan jajan akan terus makin parah jika didalam rumah tidak ada makanan yang tersedia. Disini kita bisa melihat pentingnya peran orang tua dalam pemberian langsung nutrisi dan makanan bergizi kepada anak, kreatifitas dan keterampilan orang tua sangatlah diuji dalam pengelolaan makananan dimasa tumbuh kembang anak.
Diadakan aktivitas pembuatan es krim disela-sela pembelajaran Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) bersama kurang lebih 30 anak, mereka sangat antuasias dan semangat ingin mencobanya. Agenda yang dilakukan ini bertujuan untuk memberi pengetahuan anak terhadap pembuatan es krim dengan bahan yang sehat dan alat yang tersedia di rumah.
“Sebisa mungkin saya membungkus acara ini dengan ceria dan semenarik mungkin, bahkan mereka tidak sadar apa yang mereka lakukan adalah kegiatan belajar. Respon positif terus mengalir dari awal sampai akhir acara karena anak-anak terlihat puas dengan es krim yang mereka bikin sendiri,” ucap Syanigo Wahyu, mahasiswa KKN Undip pembuat program ini.
Caranya cukup mudah dengan memasukan susu ke dalam plastik, pastikan jangan ada yang tumpah. Masukan kedalam wadah yang sudah berisikan es batu dan garam. Disini anak-anak belajar bahwa jika ingin cepat beku makan harus diberikan garam karena akan membuat es batu semakin dingin, dalam kata lain pemberian garam berguna untuk menaikkan suhu es batu menjadi kurang dari 0˚C sehingga dengan mudah susu (lemak) bisa membeku pada suhu tersebut. Selanjutnya wadah yang berisi es baru dan susu digoyangkan sampai keseluruhan susu beku merata.
Pentingnya mengadakan kegiatan edukasi bermain seperti ini terhadap anak-anak akan sangat efektif membuat mereka ingat materi maupun proses pembuatan dengan kondisi yang menggembirakan. Dengan demikian, harapannya anak-anak mendapat pengetahuan dari apa yang dipelajari saat membuat es krim dan menerapkan cara ini dirumah sebagai upaya mengurangi jajan.

Whats-App-Image-2022-08-12-at-5-17-39-PM
Whats-App-Image-2022-08-12-at-5-17-49-PM

Semarang (09/08/2022) – Mulai diberlakukannya kegiatan offline dari kerja kantoran sampai sekolahan membuat aktivitas keluar rumah semakin sering, hal ini dikhawatirkan terbawanya virus luar ke dalam rumah. Proteksi ganda harus dilakukan agar keluarga terhindar dari penyakit.
Situasi ini digunakan mahasiswa KKN Undip, Syanigo Wahyu, sebagai kegiatan penyebaran informasi akan pentingnya disinfektan sebagai kebutuhan utama. Ia memberikan sampel botol disinfektan dan pamflet ke beberapa masyarakat RW 03 Kelurahan Randusari. Disinfektan yang dibuat sangat praktis dan murah cukup dengan cuka putih, air, dan minyak esensial sesuai perbandingan yang telah ditentukan. Pastinya akan lebih terjangkau membuat disinfektan dalam jumlah yang banyak dengan cara ini.
Penggunaannya pun harus diperhatikan, cairan disinfektan tidak boleh terkena tubuh terutama mulut dan selaput mata karena dari komposisi disinfektan bisa menyebabkan infeksi. Banyak sekali titik-titik yang perlu disemprotkan disinfektan seperti gagang pintu, wastafel, meja, dan peralatan rumah tangga lainnya.
Semoga dengan adanya edukasi mengenai manfaat disinfektan ini membuat masyarakat RW 03 Kelurahan Randusari lebih berwaspada terhadap virus dan bisa membuat sendiri disinfektan menggunakan bahan yang murah.
Nama : Syanigo Wahyu Asysyifa Suharno
Dosen Pembimbing : An’im Kafabih, S.E., M.E.
Lokasi KKN : Kelurahan Randusari, Semarang Selatan