INGIN MENINGKATKAN PEREKONOMIAN DAERAH, MAHASISWA KKN UNDIP MELAKUKAN PEMBUATAN PETA TATA GUNA LAHAN

SEMARANG (03/08/2022) – Program pemetaan tata guna lahan Kelurahan Bubakan dilakukan agar dapat meningkatkan dan memaksimalkan sumber daya di Kelurahan Bubakan sehingga terjadi peningkatan ekonomi. Pada program ini akan dilakukan pemetaan lokasi daerah industri, pariwisata, wisata kuliner, dan tempat strategis lainnya, dengan tujuan utamanya agar memudahkan dalam melakukan penyebaran informasi dan juga branding kepada masyarakat secara luas.

Program pembuatan peta tata guna lahan Kelurahan Bubakan berhubungan dengan tujuan SDGs nomor 8 yaitu pertumbuhan ekonomi. Program ini diharapkan dapat membantu dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat daerah Kelurahan Bubakan.

Pelaksanaan program pembuatan peta tata guna lahan Kelurahan Bubakan dilakukan dengan melakukan survey lapangan dan melakukan pengumpulan data primer berupa data titik koordinat lokasi dari kegiatan industri atau pariwisata yang akan dipetakaan dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). Proses analisis data dan pengolahan data hasil survey dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS dengan tambahan data sekunder lainnya yang dapat diperoleh dari berbagai institusi terkait.

TGLFIX

Dari pemetaan yang telah dilakukan di dapatkan bahwa daerah Bubakan memiliki tutupan lahan berupa perkebunan, pemukiman, dan juga sawah. Tutupan lahan yang paling mendominasi adalah perkebunan yang dilambangkan dengan daerah berwarna hijau muda dan memiliki luasan 174.559 hektar. Kemudian ada tutupan lahan berupa sawah yang dilambangkan dengan warna hijau daun dan memiliki luasan 57.201 hektar. Selanjutnya ada tutupan lahan berupa pemukiman dengan dilambangkan daerah berwarna abu-abu dan memiliki luasan 38.916 hektar.

Tutupan lahan perkebunan di dominasi dengan perkebunan jambu kristal yang juga merupakan komoditas utama daerah Bubakan. Jenis tutupan lahan daerah Bubakan juga sangat sesuai untuk memelihara ternak. Sehingga di daerah Bubakan sendiri banyak masyarakat yang melakukan ternak kambing. Salah satu peternakan kambing yang sudah berkembang adalah Kuncen Farm. Kelompok Tani ini juga melakukan pengolahan hasil dan pemasaran budidaya kambing, pengolahan susu, paket aqiqah, pengolahan pupuk organik, budidaya sayuran organik serta secara rutin memasarkan produk susu segar, yogurt, dan pupuk organik.

Selain itu juga dipetakan beberapa fasilitas umum serta pariwisata untuk memudahkan wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ke Bubakan. Dengan adanya peta tata guna lahan ini diharapkan masyarakat daerah Bubakan bisa mengembangkan potensi daerahnya serta bisa menjadi branding untuk masyarakat luar agar tertarik mengunjungi daerah Bubakan. Sehingga terjadi peningkatan ekonomi di daerah Bubakan.

Penulis: Rahmatika Al Autsina (Teknik Geologi – Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro)
DPL: Prof. Dr. Dra. Meiny Suzery, M. S.
Lokasi: Kelurahan Bubakan, Kec. Mijen, Kota Semarang