Kok Bisa? Murid SD di Jatingaleh Jadi Semangat Belajar Karena Ini!

Jatingaleh (5/8/22) – Mahasiswa Tim II KKN Undip Tahun Ajaran 2021/2022 Kelurahan Jatingaleh adakan pencerdasan murid SD dan orang tua murid mengenai eksperimen sains sederhana di SD Kanisius Jatingaleh. Pencerdasan dilakukan melalui demonstrasi properti eksperimen, pembagian modul, dan sesi diskusi yang diakhiri dengan sesi dokumentasi. Peserta pencerdasan yang terdiri dari usia dini hingga dewasa terlihat antusias dan berpartisipasi dalam rangkaian acara dengan sangat baik.

2-1 Gambar 1. Pencerdasan di SD Kanisius Jatingaleh (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)

Pencerdasan mengenai eksperimen sains ini merupakan bentuk pelaksanaan salah satu program monodisipliner anggota Tim II KKN Undip 2021/2022 dari jurusan Kimia dengan judul program “Program Penanaman semangat belajar kepada murid SD dengan eksperimental sains”. Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi pendidikan, dimana materi yang disampaikan khususnya pelajaran ilmu pengetahuan alam hanya disampaikan melalui teori tanpa adanya praktek yang mendukung teori tersebut.
Untuk properti yang digunakan untuk esksperimen adalah botol air minum yang dipotong setengah yang dilapisi lilin sehingga berbentuk gunung berapi sehingga dapat menarik perhatian murid SD. Bahan yang digunakan untuk membuat reaksi gunung berapi adalah cuka dapur dan baking soda, dimana reaksi ini menghasilkan karbon dioksida sehingga campuran ini mengembang dan terlihat seperti gunung meletus. Agar tidak tumpah digunakan container plastic dibawah botol.

2-2 Gambar 1. Persiapan Eksperimen Sains (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)

Pencerdasan materi oleh anggota Tim KKN disaksikan secara seksama oleh peserta pemberdayaan. Adapun pencerdasan diikuti oleh 32 murid sekolah dasar dengan baik dan mengajukan pertanyaan yang dalam sesi diskusi yang dilaksanakan setelah materi selesai dijelaskan. Pertanyaan yang diajukan merupakan pertanyaan yang berkaitan tentang konsep dan kejadian ilmiah yang terjadi, sebagai contoh mengenai bagaimana cuka dapur dan baking soda bisa bereaksi demikian. Pertanyaan tersebut kemudian dijawab oleh anggota tim sehingga terjadi interaktif dan memunculkan pertanyaan berantai. Diskusi berjalan dengan efektif sehingga seluruh peserta dapat memahami topik yang disampaikan
Di sesi lain, dilakukan diskusi dengan beberapa guru SD Kanisius mengenai implementasi eskperimen pada pelajaran ilmu pengetahuan alam. Diskusi dua arah ini berjalan dengan baik dan kondusif. Di akhir sesi pun diberikan modul berisi daftar-daftar eksperimen sederhana yang merupakan bentuk keberlanjutan dari program yang dibawakan. Modul diterima dengan baik oleh guru-guru SD.

2-3 Gambar 1. Pemberian Modul kepada Guru SD (Sumber: Dokumentasi Pribadi Penulis)

Kemudian, untuk mengakhiri acara dilakukan sesi dokumentasi oleh peserta acara dan anggota Tim II KKN 2021/2022 Kelurahan Jatingaleh. Masyarakat berharap bahwa anggota tim KKN khususnya yang berasal dari jurusan Kimia dapat memberikan pencerahan seperti pelaksanaan program ini di kemudian hari, untuk membahas dan memberikan pemahaman mengenai pentingnya eksperimen untuk menunjang kebutuhan belajar.

Penulis : Daniel Ananta Batu Bara
DPL : Farid Agushybana, SKM, DEA, Ph.D
Lokasi KKN: Kelurahan Jatingaleh, Kecamatan Candisari, Kota Semarang