Pupuk Bokashi : Alternatif dari Mahasiswa KKN Tim II Undip 2021/2022 bagi Petani Dalam Menghadapi Pembatasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Pati (24/07). Mahasiswa KKN Undip Tim II Periode 2021/2022 melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk bokasi dari jerami bersama dengan petani di Desa Badegan. Tim KKN UNDIP Desa Badegan terdiri dari Devia Isna Ramadhani (Agribisnis), Runa Aryahiyatus Shiha (Hubungan Internasional), Milla Dia Laila (Keperawatan), Ani Fitrianti (Informasi dan Hubungan Masyarakat), Halim Fitra Yuwana (Sastra Inggris), dan Samuel Novianto (Informasi dan Hubungan Masyarakat). Pelaksanaan pelatihan dipimpin oleh Devia Isna Ramadhani, mahasiswa jurusan Agribisnis. Pelatihan pembuatan pupuk diikuti oleh 18 petani dan 6 mahasiswa KKN Undip di Desa Badegan yang diselenggarakan di rumah Pak Lasanto selaku ketua kelompok tani Desa Badegan.

Petani di Desa Badegan menyambut baik pelatihan yang diselenggarakan oleh Mahasiswa KKN Undip Tim II. Pelaksanaan pelatihan dimulai dari jam 09:30 hingga 11:30 WIB. Mereka menyimak proses pembuatan dengan baik dan menanyakan hal hal mengenai pembuatan pupuk organik seperti komposisi pembuatan pupuk bokhasi tersebut.

IMG-20220724-WA0003

“Saya selaku ketua kelompok tani sangat mengapresiasi pelatihan yang anda laksanakan ini Mbk, sebelumnya belum pernah ada mahasiswa KKN yang mengajarkan pembuatan pupuk bokhasi di sini”, ujar Pak Lasanto

Pupuk organik memiliki banyak manfaat bagi tanaman yaitu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan unsur hara dalam tanah dan mempermudah pertumbuhan akar pada tanaman dalam penyerapan unsur dan hara sehingga hasil panen mengalami kenaikan. Bahan dari pembuatan pupuk bokhasi cukup mudah untuk ditemukan yaitu jerami, dedak padi, sekam, tetes dan EM4. Komposisi bahan pembuatan pupuk bokhasi yaitu 1 : 1 :1 ( jerami : dedak padi : sekam ).EM4 berfungsi sebagai aktivator yang mempercepat proses fermentasi sehingga bahan cepat terurai dan terbentuklah pupuk. Proses fermentasi pupuk bokhasi ini kurang lebih 1 bulan dan campuran bahan harus diletakkan di tempat yang teduh.

IMG-20220724-WA0004

Mahasiswa KKN Undip berdiskusi dengan petani mengenai permasalahan apa saja yang sedang dialami oleh petani sekarang. Banyak keluhan yang disampaikan oleh petani Desa Badegan akibat dari pengurangan penyaluran pupuk bersubsidi tersebut. Petani sangat keberatan dengan kebijakan pemerintah tersebut.

“Setiap masa tanam kita membutuhkan banyak pupuk untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan tanaman sedangkan sekarang, pupuk bersubsidi sudah dibatasi penyalurannya sehingga kami harus membeli pupuk non bersubsisi yang harganya sangat mahal Mbk”, ujar salah satu petani Desa Badegan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Minggu, 24 Juli 2022 ini diharapkan dapat membantu petani di Desa Badegan dalam menghadapi kebijakan pemerintah yaitu pembatasan penyaluran pupuk bersubsidi. Tujuan lain dari pelaksanaan pelatihan ini yaitu mensosialisasikan tentang pertanian organik kepada petani Desa Badegan.