SAY NO TO HOAX! Sosialisasi Sikap Bijak Bersosial Media kepada Masyarakat untuk Menghindari Berita Hoax – Tim KKN Undip Kel. Halim Perdana Kusumah

Di era globalisasi saat ini, mengakses media sosial sudah menjadi makanan sehari-hari dan suatu kebiasaan yang sulit dipisahkan oleh banyak orang. Setiap hari orang membuka smartphone-nya secara otomatis untuk mengakses akun media sosial miliknya, entah untuk bertukar pesan atau mencari informasi di internet. Umumnya masyarakat mencari informasi yang diperlukan melalui Whatsapp, Instagram, Twitter, YouTube, Facebook, dan lain-lain. Namun apakah informasi yang diperoleh dengan mudah ini sudah benar-benar akurat atau sebaliknya informasi yang ditemukan adalah informasi yang menyesatkan, seperti penyebaran hoaks, hingga ujaran kebencian. Untuk itu, penting sekali berhati-hati dalam menggunakan medsos secara bijak agar tetap aman.
Untuk membantu memasyarakatkan sikap bijak bermedia sosial untuk menangkal berita hoax, sejumlah mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro dalam tugas KKN nya di RW 8 Kelurahan Halim Perdana Kusuma kepada ibu-ibu PKK menyampaikan tips-tips dalam bermedia sosial menangkal hoax. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyaring informasi yang diperoleh, antara lain :
1. Hati-hati dengan judul provokatif
Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, isi berita bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat hoax.
2. Cermati alamat situs
Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi Dewan Pers akan lebih mudah diminta pertanggungjawabannya.
Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tidak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.
3. Periksa fakta
Perhatikan asal berita dan sumbernya, apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri, perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh.
4. Cek keaslian foto

102A665B-2624-447A-A288-5150ABEEAC02

Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

Untuk meminimalisir penyebaran berita hoax juga bisa dilakukan melalui peran keluarga, karena itu para mahasiswa yang sedang melakukan KKN sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi ini menyampaikan kepada para ibu-ibu PKK sebagai orangtua untuk juga berperan aktif saat anak mengakses media sosial. Sebaliknya juga mencegah agar anak-anak mereka tidak menjadi bagian dari penyebar berita hoax, tidak sembarangan membagikan sesuatu di internet, misalnya informasi menyinggung orang lain, karena “Menyebarkan atau memberikan informasi buruk di internet bisa terancam pidana pasal 310 dan 311 KUHP dan Undang-Undang ITE.