Optimis Sukseskan Usaha Mikro Kecil Menengah : Mahasiswa Universitas Diponegoro Sosialisasikan Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) di Kelurahan Tugurejo

FE0-DA737-302-F-44-A7-9170-B50676-D8-F4-C3

Foto Bersama Warga Kelurahan Setelah Sosialiasi NIB

Mahasiswa KKN TIM II Undip menyelenggarakan program kerja sosialisasi Pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) kepada Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Putri Tirang, Tugurejo, Semarang, Kamis (4/8/2022). Sosialisasi ini dilakuan pada pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Program kerja ini merupakan usulan dari Dosen Pembimbing Lapangan KKN Kelurahan Tugurejo, Ilham Ainuddin, S.AB., M.Si.

Keberadaan UMKM tidak dapat dihapuskan ataupun dihindarkan dari masyarakat bangsa saat ini. Karena keberadaannya sangat bermanfaat dalam hal pendistribusian pendapatan masyarakat. Selain itu juga mampu menciptakan kreatifitas yang sejalan dengan usaha untuk mempertahankan dan mengembangkan unsur-unsur tradisi dan kebudayaan masyarakat setempat. Pada sisi lain, UMKM mampu menyerap tenaga kerja dalam skala yang besar mengingat jumlah penduduk Indonesia yang besar sehingga hal ini dapat mengurangi tingkat pengangguran. Dari sinilah terlihat bahwa keberadaan UMKM yang bersifat padat karya, menggunakan teknologi yang sederhana dan mudah dipahami mampu menjadi sebuah wadah bagi masyarakat untuk bekerja.

Program pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai salah satu instrument untuk menaikkan daya beli masyarakat, pada akhirnya akan menjadi katup pengaman dari situasi krisis moneter. Pengembangan UMKM menjadi sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian nasional, mengingat kegiatan usahanya mencakup hampir semua lapangan usaha sehingga kontribusi UMKM menjadi sangat besar bagi peningkatan pendapatan bagi kelompok masyarakat berpendapatan rendah.

Pada hari ini, pengaturan mengenai perizinan untuk berusaha khususnya pada UMKM telah mengalami pembaharuan, yakni dengan nomenklatur Nomor Induk Berusaha atau NIB. “NIB merupakan bagian yang penting dalam menjalankan UMKM serta memiliki banyak manfaat yang akan dibutuhkan oleh pelaku UMKM” Jelas Ilham, selaku dosen pembimbing KKN ketika melaksanakan bimbingan secara daring pada tanggal 12 Juli 2022.
Program ini merupakan program sosialisasi dan membuat Buku Pedoman mengenai alur perizinan UMKM. Hal ini menjadi penting karena terdapat beberapa UMKM di Kelurahan Tugurejo yang masih memiliki kendala mengenai perizinannya. Program kerja ini akan memilih beberapa UMKM yang akan diberikan pengetahuan seputar prosedur pembuatan NIB dan kemudian akan diberikan bantuan untuk pendaftaran NIB.

NIB atau Nomor Induk berusaha adalah identitas pelaku usaha yang diterbitkan oleh lembaga OSS. Setelah memiliki NIB, maka pelaku usaha bisa mengajukan Izin Usaha dan Izin Komersial atau Operasional sesuai dengan bidang usahanya masing-masing.

NIB ini terdiri dari 13 digit angka yang juga merekam tanda tangan elektronik serta dilengkapi dengan pengaman. Selain itu, NIB bisa digunakan sebagai Tanda Daftar Perusahaan (TDP), Angka Pengenal Importir (API), dan hak akses kepabeanan. Setelah memiliki NIB, maka pelaku usaha akan terdaftar pula sebagai peserta jaminan sosial kesehatan dan ketenagakerjaan.

Ketika pelaksanaan sosialisasi, dijelaskan mengenai alur pembuatan NIB dan syararat yang dibutuhkan untuk membuat NIB yang terdiri dari NIK, NPWP, serta Email atau Nomer HP.

Kemudian juga dijelaskan beberapa manfaat dari pembuatan NIB, yaitu:
1. Mampu memfasilitasi pelaku usaha untuk menyimpan data perizinan dalam satu identitas. Pelaku usaha tidak perlu membawa berkas persyaratan yang begitu banyak untuk mengurus perizinan. Cukup dengan menggunakan NIB sebagai salah satu dokumen yang dibutuhkan disertai dengan beberapa dokumen pendukung yang memang dibutuhkan. Dengan NIB, bisa mendapatkan akses untuk membuat izin lain, seperti operasional atau komersial.

2. Mendapatkan dokumen lain. Selain mendapatkan NIB, perusahaan juga akan memperoleh berkas atau dokumen lain yang tentunya dibutuhkan. Hanya berlangsung 30 menit, pelaku UMKM akan memperoleh berbagai dokumen yang terdiri atas Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) Badan atau Perorangan, apabila pemohon belum mempunyai, surat pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA), secara otomatis terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, notifikasi kelayakan untuk mendapatkan fasilitas fiskal, surat izin usaha, misalnya untuk izin usaha di sektor perdagangan (Surat Izin Usaha dan Perdagangan (SIUP)).

3. Mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan usaha. Para pelaku UMKM yang mempunyai Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) akan diberikan pendampingan oleh pemerintah atau lembaga yang berhubungan supaya usahanya bisa berkembang menjadi lebih besar.
.
4. Memperoleh kepastian dan perlindungan dalam berusaha di lokasi yang sudah ditetapkan. Dengan mempunyai IUMK, maka para pelaku usaha kecil dan menengah akan memperoleh perlindungan secara hukum. Sehingga bisnis yang tengah dijalankan akan memberikan kepercayaan guna melaksanakan kerja sama dengan pihak lain.

Setelah pemaparan materi, Ahmad Kemal Jauza selaku pemateri juga memberikan bantuan kepada pelaku UMKM yang ingin membuat NIB. Diharapkan setelah edukasi ini, pelaku UMKM dapat menggunakan informasi yang sudah diberikan untuk membantu dan menambah wawasan serta dapat memberikan pengetahuan ini kepada pelaku UMKM lainnya. Program ini membantu untuk melaksanakan Suitanable Development Goals (SDGs) yang merupakan tujuan yang harus dicapai oleh masyarakat.

Dosen Pembimbing : Ilham Ainuddin, S.AB., M.Si.
Lokasi KKN : Kelurahan Tugurejo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang