Ciptakan Antusiasme Masyarakat dalam Program Pencegahan TBC dan Demo Memasak

image

(Rejosari 14/08/2022) KKN TIM II UNDIP telah melaksanakan dua program monodisiplin dan multidisiplin pertama dengan melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat khususnya lansia yang berlokasi di Pos 3 Desa Rejosari, Karangawen, Demak. Kegiatan ini berupaya memberikan pemahaman bagi lansia mengenai gejala, cara penularan, dan cara mencegah penyakit TBC. Selain itu mahasiswa KKN Desa Rejosari melaksanakan program pemberdayaan UMKM masyarakat Desa Rejosari tepatnya Dukuh Rimbulor RT 03/04 yang dihadiri oleh Ibu-Ibu.
Penyakit TBC atau TB merupakan penyakit yang berasal dari infeksi bakteri. Penyakit ini umumnya menyerang organ tubuh bagian paru-paru dan sifatnya menular bagi siapa saja yang terkena cairan misalnya saat bersin, batuk dari penderita TBC. Dari WHO pun sebanyak 1,5 juta orang meninggal karena penyakit TB khususnya pada tahun 2020. Sedangkan Indonesia sendiri berada di urutan ketiga negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia. Walaupun terkesan sangat mengerikan penyakit ini dapat disembuhkan jika mendapatkan pengobatan secara teratur.
(Selasa 19/07/2022) Mahasiswa bersama tenaga kesehatan dan Kader Desa Rejosari berupaya memberikan pengetahuan kepada masyarakat lansia tentang darurat TBC. Desa Rejosari sendiri tahun 2022 memiliki kasus TBC yang menyerang 15 orang padahal tahun lalu kasus penyakit TBC 11 orang. Oleh karena itu melalui sosialisasi program penuntasan TBC diharapkan akan menambah pengetahuan masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan serta imunitas tubuh.

image

Kegiatan dimulai dengan melakukan pengecekan kesehatan lansia dengan mendata tinggi badan dan berat badan terlebih dahulu kemudian dilakukan pengecekan tensi darah, cek kadar gula darah, cek kadar kolesterol, dan cek asam urat, yang didampingi oleh petugas dari Kader kesehatan dan bidan Desa. Bagi lansia yang sudah menyelesaikan pengecekan kesehatan akan diberikan pemaparan materi tentang darurat penyakit TBC.

image

Pertama memaparkan materi tentang gejala awal yang ditimbulkan oleh TBC diantaranya jika seseorang mengalami batuk berkepenjangan selama dua minggu disertai darah, muncul keringat di malam hari, nyeri dada, demam selama lebih dari 2 minggu, dan penurunan berat badan secara drastis. Disini mahasiswa juga menjelaskan bahwa muncul gejala seperti itu maka dianjurkan segera untuk pergi ke dokter. Kedua menjelaskan tentang cara penularan penyakit TBC yaitu melalui kontak langsung dengan penderita, saling bergantian alat makan, terkena percikan bersin dan batuk dari penderita. Kemudian yang terakhir cara mencegah atau meminimalisir penularan penyakit TBC. Tentunya dengan menjaga kebersihan, menjaga pola makan, melakukan imunisasi BCG.
Kegiatan ini berlangusng dengan lancar karena dilihat dari antusiasme para lansia untuk mendengarkan materi yang diberikan oleh mahasiswa KKN. Harapannya dengan langkah kecil ini masyarakat menjadi lebih sadar akan kebersihan lingkungan serta selalu menjaga pola makan yang seimbang. Dengan begitu penularan TBC lambat laun akan semakin turun.

https://ibb.co/fFqkbrc

Tidak hanya itu, sebagai upaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat mahasiswa TIM II KKN UNDIP melaksanakan program pemberdayaan UMKM masyarakat melalui Demo memasak Roti Sarikaya. Harapannya melalui program ini masyarakat yang mulanya bingung dengan ide usaha atau takut memulai bisnis kecil akan mendapatkan ilmu baru mengenai ide bisnis pembuatan roti sarikaya dengan bahan yang sangat mudah ditemukan.
Konon roti sarikaya ini merupakan hidangan khas masyarakat Tionghoa yang bertekstur lembut serta dengan selai yang lumer ketika digigit. Seiring bertambahnya waktu roti ini mengalami beberapa perubahan di berbagai daerah sehingga setiap daerah akan memiliki ciri khas tersendiri dengan cita rasanya.

image

Pelaksanaan demo memasak dilakukan pada (Minggu 7/08/2022) yang dihadiri oleh ibu-ibu RT 03/01. Untuk alat dan bahan sendiri dari tepung terigu protein tinggi 125g, ragi instan ½ sdt, gula 30g, minyak 30ml, air 50ml pewarna makanan rasa pandan (Roti) sedangkan untuk selai 300ml santan, 50g gula pasir, 3sdm tepung maizena, vanili secukupnya, 1 butir telur, daun pandan, pewarna kuning.

image

Untuk pembuatan roti yaitu mencampur semua bahan kemudian diuleni hingga kalis selama 30 menit atau sampai tekstur adonan benar-benar halus dan elastis. Setelah itu adonan di diamkan selama 20 menit untuk hasil yang maksimal dan mengembang. Sambil menunggu adonan mengembang dengan sempurna, mahasiswa membuat selai sebagai isian roti sarikaya. Pertama masukkan gula, telur, tepung lalu diaduk hingga tercampur kemudian masukkan santan, vanili, pandan, dan pewarna makanan yang dimasak dengan api kecil selama kurang lebih sepuluh menit sampai mengental. Jika roti sudah mengembang dengan sempurna kemudian dikukus dalam tungku selama 20 menit. Roti sarikaya siap dihidangkan secara hangat sambil minum teh hangat.

image

Kegiatan berlangsung kondusif karena peserta sangat antusias mengikuti proses demo memasak. Salah satu warga bernama Mbah Karti mengatakan bahwa adanya demo memasak ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menyalurkan ilmu kepada masyarakat sehingga melalui kegiatan demo memasak juga dapat meningkatkan ide usaha bagi mereka yang ingin membuka usaha dengan modal yang terjangkau.

Penulis : Arinta Nuriyah – 14010119120026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Lokasi : Desa Rejosari, Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah
Dosen Pembimbing Lapangan : Damar Nurwahyu Bima, S. Si, M. Si