Tidak Perlu Ribet Cari Cacing Sutera di Sungai! Edukasi Budidaya Cacing Sutera Menggunakan Limbah Ampas Tahu dan Bekatul oleh Mahasiswa Universitas Diponegoro

Whats-App-Image-2022-07-31-at-22-10-08

Edukasi Budidaya Cacing Sutera Menggunakan Media Fermentasi Ampas Tahu dan Bekatul

Banyubiru, Kabupaten Semarang (28/07)- KKN TIM II Undip Tahun 2021/2022 di mengadakan edukasi untuk pemuda dan warga Dusun Krajan serta Dusun Demakan Desa Banyubiru. Topik yang disampaikan adalah “Budidaya Cacing Sutera Menggunakan Media Fermentasi Ampas Tahu dan Bekatul”. Materi tersebut dibawakan oleh Rasyid Abdul Majid, mahasiswa S1-Akuakultur Undip.

Program tersebut disambut baik oleh pemuda, warga Dusun Krajan dan warga Dusun Demakan Desa Banyubiru yang aktif dalam dunia perikanan. Pada kesempatan tersebut disampaikan keunggulan cacing sutera sebagai pakan alami bagi pembenih ikan. Supaya lebih bisa dipahami, dalam edukasi tersebut berisi pelatihan pembuatan wadah budidaya yang mana sistem budidayanya menggunakan sistem apartemen dengan modifikasi sistem apartemen yang telah dilakukan oleh BBPBAT Sukabumi dan pembuatan media budidaya cacing sutera yang menggunakan fermentasi dari ampas tahu dicampur dengan bekatul. Selain itu, disampaikan juga dalam budidaya cacing sutera kualitas harus dijamin dan dijaga dengan sebaik mungkin. Sebagai contoh kalau kita mendapatkan tubifex biasanya kita dapat di saluran, kolam-kolam irigasi, maka biosecurity serta higienismenya kurang terjamin.

Dalam edukasi disampaikan juga mengenai potensi Tubifex sangat penting, seperti pada komoditas lele, patin dan benih ikan gurame. Budidaya pakan alami cacing sutera memiliki potensi bisnis yang sangat menarik bahkan bisa mencapai skala industri. Jumlah kebutuhan cacing sutera sangat besar, karena kebutuhan akan benih yang terus meningkat. Namun, stok di alam sangat terbatas dan tidak selalu tersedia tergantung pada musim.

Dengan diadakannya edukasi tersebut diharapkan adanya pengembangan budidaya pakan alami cacing sutera secara berkesinambungan di Desa Banyubiru, agar produktifitas perikanan budidaya terus meningkat. Sehingga baik untuk memajukan perekonomian Desa Banyubiru dan kesejahteraan pembudidaya ikan.

Penulis : Rasyid Abdul Majid
Dosen Pembimbing Lapangan : Daud Samsudewa S.Pt., M.Si., Ph.D.
Lokasi KKN : Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang