Dari Belatung Jadi Untung ! Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Masyarakat Atasi Masalah Pakan dan Sampah Dengan Budidaya Maggot

Kenampakan Maggot atau larva lalat BSF (Black Soldier Fly) dalam mereduksi sampah organik

Desa Progowati, Kecamatan Mungkid (06/07/2022) – Pengelolaan sampah menjadi salah satu hal yang fundamental dan berpotensi menjadi permasalahan lingkungan yang serius. Melalui kuliah kerja nyata, Mahasiswa KKN UNDIP memberikan pelatihan dan edukasi terkait budidaya maggot sebagai pakan alternatif.

Jika dilihat dari bentuknya larva lalat BSF (Hermetia ilicens)mirip sekali dengan belatung tetapi ukurannya lebih besar. Meski menjijikkan, Maggot dapat menjadi sumber protein yang tinggi bagi ternak hewan. Harga 1 kg dari maggot basah harganya Rp8.000 per kilogram, dan jika dijual kering harganya sangat bagus mencapai Rp80.000 per kilogram. Maggot atau larva dari lalat dari lalat BSF merupakan agen biokonversi sampah. Selain menyelesaikan masalah sampah juga menghasilkan produk bernilai tambah seperti pakan ternak dan kompos. Maggot dapat dijadikan pakan secara langsung dalam bentuk segar ataupun dibentuk tepung sebagai bahan baku penyusun pakan lokal. Hal ini tentunya memudahkan peternak untuk memproduksi pakan sendiri sehingga dapat menekan biaya pakan.

Siklus hidup maggot dimulai dari lalat BSF kawin, 2-3 hari setelah jantan akan mati dan betina mati setelah bertelur. Fase kedua Telur BSF setiap lalat betina bisa menghasilkan 500-900 butir dan menetas setelah 3-4 hari. Fase ketiga menjadi bayi larva yang berukuran 1 mm dan hampir tidak terlihat. Fase keempat menjadi larva dewasa usia sekitar 0-18 atau 21 hari dan berwarna putih kecoklatan, pada fase ini larva lalat BSF siap dipanen dan digunakan untuk pakan ternak dengan protein tinggi. Prepupa hari ke 18 atau hari ke 21, warna sudah hitam, tidak makan dan mulai mencari tempat kering. Fase keempat menjadi Pupa, tidak bergerak dan proses ini memerlukan waktu sekitar 1 bulan. Fase terakhir menjadi lalat BSF yang tidak makan selama hidupnya

Program ini terdiri dari kegiatan sosialisasi dan praktik langsung budidaya maggot dengan menghadirkan narasumber yang telah berpengalaman yaitu omah maggot magelang. Sebagai Pendahuluan prodi keperawatan menyampaikan perilaku hidup bersih dan sehat serta jenis sampah, prodi perikanan pengenalan lalat BSF, prodi ekonomi dan informatika terkait koneksi dan pemasaran maggot. Target dari program ini adalah peternak, petani dan pembudidaya ikan.

Program ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat terutama peternak dan pembudidaya ikan dalam memanfaatkan maggot sebagai agen biokonversi sampah sekaligus pakan ternak. Penggunaan maggot sebagai salah satu pakan alternatif ternak merupakan upaya meminimalisir sampah yang beredar di masyarakat.

Penulis : Kelompok 2 KKN Tim II UNDIP DPL 46 Kab. Magelang
DPL : Triyono, S.H.,M.Kn
Lokasi KKN : Desa Progowati, Kec. Mungkid, Kab. Magelang

KKN TIM II UNIVERSITAS DIPONEGORO TAHUN 2022