Semarakkan Desa Siaga STBM! Mahasiswa KKN Undip Melakukan Pendataan dan Laporan STBM Desa Cingkrong

1-STBM

Potret mahasiswa KKN Undip yang sedang melakukan pendataan STBM di Dusun Tegal RT 003/RW 006 Desa Cingkrong (30/07/2022)

Purwodadi – STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) adalah pendekatan untuk merubah perilaku higiene dan sanitasi melalui pemberdayaan masyarakat. Pada tahun 2022 ini, Desa Cingkrong ditunjuk menjadi perwakilan Kecamatan Purwodadi sebagai Desa Siaga STBM. Di mana 5 pilar yang dilakukan yaitu stop BAB di sembarang tempat, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir di depan rumah, pengelolaan air minum rumah ‎tangga, pengelolaan limbah cair rumah tangga dan pengelolaan sampah rumah tangga.‎ Di mana belum semua masyarakat Desa Cingkrong telah melaksanakan ‎5 pilar STBM tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya pendataan masyarakat yang sudah dan belum melaksanakan ‎5 pilar STBM agar dapat dilakukan monitoring oleh pemerintah desa.

Desa Cingkrong memiliki 6 dusun, 8 RW dan 56 RT. Pendataan dimulai dari tanggal 19 Juli 2022 sampai 04 Agustus 2022 yang dilakukan secara door to door ke rumah warga dengan mengambil sampel yaitu satu RT setiap RW/Dusun. Warga Desa Cingkrong yang telah didata yaitu sebanyak 241 KK (kepala keluarga) dari total kurang lebih 2535 KK. Dusun Jangkung RT 002/RW 002 sebanyak 43 KK, Dusun Widuri RT 005/RW 007 sebanyak 22 KK, Dusun Widuri RT 004/RW 008 sebanyak 34 KK, Dusun Tegal RT 003/RW 006 sebanyak 20 KK, Dusun Tegal RT 001/RW 005 sebanyak 58 KK, Dusun Cingkrong RT 003/RW 001 sebanyak 22 KK, Dusun Karang Manis RT 001/RW 003 sebanyak 20 KK, dan Dusun Tegal Giling RT 003/ RW 004 sebanyak 22 KK.

IMG-20220816-134447

Potret mahasiswa KKN Undip menyerahkan laporan STBM Desa Cingkrong kepada Kepala Desa (15/08/2022)

Berdasarkan data yang diperoleh, lalu dilakukan analisis dan perhitungan yang selanjutnya dibuat laporan berupa dashboard/infografis. Di mana STBM Desa Cingkrong pada bulan Agustus 2022 untuk stop BAB di sembarang tempat yaitu sebesar 97,84% yang artinya masih terdapat warga yang BAB di sembarang tempat (belum memiliki septic tank atau WC) yaitu di RW 002, RW 007 dan RW 008. Menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebesar 39,96%. Pengelolaan air minum sebesar 42,20% yang artinya masih terdapat warga yang menggunakan air isi ulang dan langsung dikonsumsi, dimana akan lebih baik jika direbus kembali untuk menjaga kualitas air (mendapatkan air minum yang layak) kecuali air isi ulang tersebut sudah memenuhi standar BPOM dan SNI dimana air minum yang layak tidak memiliki bau, warna, rasa, dan mikroorganisme berbahaya serta memiliki PH antara 6,5 – 8,5. Pengelolaan limbah cair rumah tangga sebesar 63,56% yang artinya masih terdapat warga yang belum mengelola limbah cair dengan baik seperti langsung dibuang ke sungai atau blumbang. Terakhir, persentase pengelolaan sampah rumah tangga yaitu sebesar 42,72% yang artinya masih terdapat warga yang tidak mengelola sampah terutama langsung dibakar baik sampah organik maupun anorganik.

Berdasarkan pendataan dan laporan yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN TIM II Universitas Diponegoro 2021/2022, harapannya Desa Cingkrong dapat memaksimalkan pemerintah dan warga setempat dalam mewujudkan Desa Cingkrong sebagai Desa Siaga STBM.

Penulis : Whena Tsani Tandhu Irman
DPL : Dra. Dewi Rostyaningsih, M.Si.
Lokasi KKN : Desa Cingkrong, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan